Timeskaltim.com, Kutim – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur, Jimmi, menyoroti tantangan pembangunan infrastruktur di Kutai Timur. Ia menyatakan bahwa usia Kutai Timur yang masih muda menjadi salah satu faktor mengapa pemerataan pembangunan di daerah ini masih memerlukan waktu dan dukungan yang signifikan dari pemerintah pusat dan daerah.
“Kita ini jalannya sedikit berbeda dengan Pulau Jawa. Kita itu terputus-putus, sedangkan di Pulau Jawa itu daratannya sambung aja dan mereka tuh lebih condong kepada perawatan jalannya saja. Daerah mereka juga sudah ratusan tahun berdirinya,” ujar Jimmi. Ia membandingkan kondisi infrastruktur di Kutai Timur dengan daerah lain yang sudah lebih mapan dan memiliki sejarah panjang, seperti Makassar yang sudah berdiri lebih dari 300 tahun.
Jimmi menjelaskan bahwa meskipun Kutai Timur baru berusia 20 tahun, daerah ini membutuhkan perhatian lebih dalam hal pembangunan infrastruktur. “Kutim ini daerahnya baru berumur 20 tahun dan itu masih banyak diperlukan peran dari APBD dan APBN untuk meng-cover pembangunan kita,” tegasnya. Menurutnya, tanpa dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah pusat dan daerah, sulit untuk mencapai pemerataan pembangunan yang diharapkan.
Ia juga menekankan bahwa kondisi geografis yang berbeda antara Kutai Timur dan Pulau Jawa memerlukan pendekatan yang berbeda dalam pembangunan infrastruktur. “Di sini, jalan kita terputus-putus dan belum tersambung dengan baik, sehingga perlu strategi khusus untuk mengatasinya,” kata Jimmi. Hal ini menurutnya menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemerataan pembangunan di Kutai Timur.
Jimmi berharap pemerintah pusat melalui APBN dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam pembangunan infrastruktur di Kutai Timur. “Peran pusat sangat kita butuhkan untuk pembangunan kita,” ujarnya. Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Jimmi optimis bahwa pemerataan pembangunan di Kutai Timur dapat lebih cepat terealisasi.
Selain itu, ia juga mengajak semua pihak untuk memahami bahwa proses pembangunan infrastruktur di daerah yang baru berdiri seperti Kutai Timur membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang. “Kita butuh waktu membangun pemerataan, dan dengan usia yang masih muda, kita masih dalam tahap pembangunan yang membutuhkan dukungan penuh,” tambah Jimmi.
Melalui komitmen bersama dan dukungan yang kuat dari pemerintah pusat dan daerah, Jimmi berharap Kutai Timur dapat berkembang menjadi daerah dengan infrastruktur yang memadai dan merata, sehingga masyarakatnya dapat merasakan manfaat pembangunan tersebut secara langsung. (SH/ADV)












