Kepala DKP3A Kaltim, Noryani Sorayalita.(Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Upaya yang dilakukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kaltim akhirnya membuahkan hasil. Sebab penurunan angka kasus stunting di Kaltim tampak menurun signifikan. Hal itu dijelaskan langsung oleh Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita.
Dijelaskan Soraya, perkembangan positif tersebut terjadi di 10 kabupaten dan kota se-Kaltim. Kemudian untuk prevalensi penurunan stunting terjadi di Mahulu. Kasus di sana terbilang rendah. Kemudian, penurunan tertinggi ada di Kutim dan Kukar.
“Prevalensi tertinggi memang adanya di Kutim, kalau terendah di Mahulu sekitar 6 persen. Kalau melihat perkembangan paling baik ya, yang tertinggi Kutim ya 13 persen, seperti Kukar jadi 18,” tambahnya, Sabtu (12/11/2022).
Pun adanya penurunan angka itu, pihaknya optimistis mampu menekan angka stunting di Kaltim menyesuaikan target hingga 2024 mendatang. Yakni 12,38 persen. Pihaknya pun selalu berupaya dengan pemerintah kabupaten dan kota agar bisa menyediakan fasilitas kesehatan agar menjangkau wilayah pedesaan. Bertujuan untuk menurunkan angka kasus stunting agar lebih merata.
“Kita tetap optimis, kalau Samarinda dan Balikpapan kan memang di wilayah kota jadi faskesnya (fasilitas kesehatan) banyak. Kalau di daerah kan kondisi wilayahnya masih tidak memungkinkan, tapi kita dari provinsi akan terus membantu,” tutupnya. (Gan/Adv/DKP3A Kaltim)












