Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Truk Bongkar Muat Dilarang Beroperasi Siang Hari di Jalan Abul Hasan

220
×

Truk Bongkar Muat Dilarang Beroperasi Siang Hari di Jalan Abul Hasan

Sebarkan artikel ini
Penderekan mobil yang sedang parkir di sebelah kanan jalan, di Jalan Abul Hasan oleh Dishub Samarinda. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi membatasi aktivitas bongkar muat di Jalan Abul Hasan.

Mulai besok, Kamis (25/9/2025), kendaraan roda enam dilarang melintas dan melakukan bongkar muat pada siang hari, yakni pukul 06.00–21.00 Wita. Kebijakan ini diberlakukan menyusul penerapan sistem satu arah (SSA) di Jalan Abul Hasan.

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan larangan tersebut bertujuan mengurai kemacetan yang kerap terjadi akibat aktivitas bongkar muat truk di jam sibuk.

“Mulai besok, truk tidak boleh lagi masuk ke Jalan Abul Hasan pada pukul 06.00–21.00. Aktivitas bongkar muat hanya boleh dilakukan malam hari, antara pukul 21.00 sampai 06.00,” ucap Hotmarulitua, Rabu (24/9/2025) pagi.

Selain pembatasan truk, Dishub juga menegaskan aturan parkir kendaraan di sepanjang ruas jalan tersebut. Dengan adanya SSA, kendaraan yang melintas hanya bisa berbelok ke arah kiri, sehingga parkir juga wajib berada di sisi kiri jalan.

“Parkir kendaraan hanya boleh di sebelah kiri dari arah simpang empat Darjad, dan posisinya harus secara paralel. Hal ini sudah kami sosialisasikan kepada masyarakat, terutama para pemilik toko di kawasan Jalan Abul Hasan,” jelas Hotmarulitua.

Untuk mendukung kebijakan ini, Dishub Samarinda telah menyiapkan pemasangan rambu lalu lintas serta bekerja sama dengan Satlantas Polresta Samarinda guna penegakan aturan di lapangan.

Selain itu, pihaknya juga telah mengarahkan para juru parkir yang berada di kawasan jalan Abul Hasan untuk menyesuaikan dengan pola parkir baru tersebut.

Menurut Hotmarulitua, langkah ini tidak hanya mengatasi kemacetan, tetapi juga bagian dari upaya menata kota agar lebih tertib dan nyaman.

“Ini semua demi kebaikan Kota Samarinda menuju kota peradaban. Kita harus siap berubah demi ketertiban, kelancaran, dan kemajuan kota,” pungkasnya. (Bey)