Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Tongkang Batu Bara Kembali Tabrak Rumah Warga di Tenggarong, Dua Rumah Rusak

544
×

Tongkang Batu Bara Kembali Tabrak Rumah Warga di Tenggarong, Dua Rumah Rusak

Sebarkan artikel ini
Kondisi Rumah Seorang Warga Rt 8, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, pada Jumat (02/05/2025).

Timeskaltim.com, Kukar – Insiden tongkang batu bara kembali terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kali ini, dua rumah warga yang sekaligus menjadi tempat usaha di Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, ditabrak tongkang kosong pada Jumat (02/05/2025), sekitar pukul 06.00 WITA.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Timeskaltim.com, dua bangunan yang terdampak adalah rumah milik Sikin yang dijadikan usaha laundry dan satu rumah kontrakan yang digunakan Arif dan istrinya untuk berjualan nasi goreng.

Keduanya berada tepat di bantaran Sungai Mahakam, jalur yang kerap dilalui kapal ponton penarik tongkang batu bara.

Diketahui, rumah Sikin pemilik usaha Loundri sebelumnya pernah mengalami hal yang serupa, yaitu di tabrak dengan tongkang batu bara.

Diceritakan, Sikin mengatakan, saat pagi hari itu tengah memasak di dapur, ia melihat kapal ponton membawa kapal tongkang dengan arah yang berlawan.

“Saya lihat ada kapal ponton menarik tongkang kosong dari arah berlawanan. Karena terlalu dekat, tongkang itu kepinggir dan langsung menabrak rumah saya,” ujar Sikin kepada awak media.

Menurutnya, memang pada pagi itu kabut sangat tebal, sehingga jarak pandang terbatas. Ia menduga hal itu menjadi salah satu penyebab kecelakaan.

“Tali tongkang sempat direm, tapi malah putus, jadi tongkangnya lepas kendali,” tambahnya.

Sementara itu, Arif, penyewa rumah kontrakan di sebelahnya rumah Sikin, mengaku kaget saat menyadari tongkang itu hampir menabrak langsung ke arah lokasi yang didiaminya.

“Pas saya bangun tidur, tongkang sudah di depan mata. Saya langsung lari sama istri. Rumah ini sudah miring, saya tidak bisa jualan hari ini,” tuturnya.

Melihat kejadian itu, dari pihak perusahaan dari PT Karunia Lintas Samudra meninjau lokasi kejadian, Kepala operasional dari perusahaan pemilik ponton, Herlinur menyatakan pihaknya bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Kami dari perusahaan akan bertanggung jawab. Soal ganti rugi, kami akan data dulu dampaknya dan berkoordinasi dengan pihak berwenang,” terangnya.

“Kejadian ini murni tidak disengaja, kabut tebal dan angin membuat pandangan terbatas. Tadi juga ada senggolan dari kapal lain, tali tongkang sempat kami tahan tapi putus,” timpal Herlinur. (Rob/Bey)