Timeskaltim.com, Samarinda – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, melaksanakan kunjungan ke wilayah Utara Kaltim, mulai dari Kota Samarinda hingga ke Kabupaten Berau dengan memilih jalur darat.
Ia mengakui, perjalanan tersebut dimanfaatkan untuk melihat secara langsung, kondisi jalan Nasional sepanjang 121 kilometer yang menghubungkan kawasan utara Kaltim.
“Alhamdulillah bisa dilewati, meski masih banyak yang harus diperbaiki,” ungkapnya kepada awak media, Minggu (13/7/2025).
Politisi Partai Golkar ini menilai, kerusakan jalan dijalur vital tersebut berdampak langsung terhadap efisiensi waktu tempuh, biaya operasional, dan bahkan keselamatan pengguna jalan.
Selain rawan kecelakaan, jalan rusak juga mempercepat kerusakan kendaraan akibat beban.
“Kalau jalannya rusak, tentu waktu tempuh jadi tidak efisien, apalagi untuk distribusi barang dan mobilitas masyarakat,” jelasnya.
Kata dia, setelah melakukan komunikasi langsung dengan Menteri PUPR, Dody Hanggodo, guna mempercepat pembukaan blokir anggaran, pemeliharaan jalan nasional di Kaltim masih tertahan di APBN.
Oleh karena itu, untuk ruas jalan Samarinda–Bontang, pemerintah pusat telah mengalokasikan dana sekitar Rp45 miliar, namun yang baru bisa digunakan hanya sekitar Rp6 miliar.
Sebagai tindak lanjut, ia mengajak perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim untuk meninjau langsung kerusakan di lapangan. Koordinasi ini diharapkan dapat mempercepat langkah perbaikan.
“Saya sudah bicara dengan Pak Menteri PUPR. Hari ini kami ajak pihak Balai Jalan untuk lihat langsung kondisinya. Harapan kita, jalan ini segera mulus dan layak digunakan,” tutupnya. (Adv Diskominfo Kaltim/Has/Bey)












