Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Iswan Syarif/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko – PMK) mencatat sebanyak 44.524 warga miskin di Samarinda. Bahkan, terparah tahun ini mencapai 9.032. Hal tersebut membuat Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti angkat bicara.
Ia menyampaikan, justru tak meyakini data jumlah kemiskinan ekstrem di Samarinda.
“Saya malah tidak percaya datanya. Waktu Rakor Pak Wali Kota bersama BPS beberapa waktu lalu terkait penurunan angka kemiskinan nasional, datanya katanya hanya 8.000. Tapi kemarin dari pak Asfihani (Kepala Dinas Sosial, red) berbeda. Saya berharap itu tidak betul,” katanya kepada Timeskaltim.com, Senin (16/1/2023) siang.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Puji Astuti, mendukung penuh pemerintah Kota Samarinda dalam mengurangi angka kemiskinan dan mengenai Instruksi Presiden pada tahun 2024 terkait Zero Kemiskinan.
“instruksi presiden di tahun 2024 tentang zero kemiskinan ya, kita senang saja itu sangat membantu pemerintah kota atau pemerintah daerah agar lebih semangat untuk mengatasi bertambahnya kemiskinan extreme di Kota Samarinda.” ujarnya, Jumat (13/01/23) siang.
Politisi Demokrat itu mengingatkan, pengentasan kemiskinan di Samarinda adalah kerja bersama sehingga sinergi masing-masing pihak sangat diperlukan.
“Ini tidak hanya pemerintah yang bertugas untuk menurunkan angka kemiskinan, tapi juga stakeholder lainnya dan masyarakat juga. Karena bicara kemiskinan banyak indikatornya.
Terkahir itu berharap agar pemerintah bisa menyeimbangkan antara pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat,agar angka kemiskinan di Kota Samarinda bisa terkendali dan berkurang.
“Saya di rapat-rapat paripurna saya selalu menekankan ayo kita harus menyeimbangkan antara pembangunan manusia sama pembangunan infrastruktur. Dan mari kita sama-sama bekerja karena tidak hanya pemerintah yang bertanggung jawab untuk penurunan kemiskinan tapi masyarakat juga harus mendukung dan stake holder juga harus mendukung,” tandasnya. (Adv/Nur/Wan)












