Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDKP3A Provinsi Kalimantan Timur

Tingginya Kekerasan Perempuan Dan Anak Di Kaltim, Ini Tanggapan Puji Hartadi

351
×

Tingginya Kekerasan Perempuan Dan Anak Di Kaltim, Ini Tanggapan Puji Hartadi

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Kaltim, Puji Hartadi. (Ist) 

Timeskaltim.com, Samarinda – Kasus kekerasan perempuan dan anak per Oktober 2022 sebanyak 636 kasus. Hal tersebut tercatat pada data SIMPONI di seluruh kabupaten/kota se- Kalimantan Timur (Kaltim). Terlebih, 50,4 persen kebanyakan korbannya ialah perempuan dewasa dan 49,6 persen untuk anak. Hal tersebut membuat Anggota DPRD Kaltim, Puji Hartadi pun ikut prihatin dan angkat bicara.

Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, merasa kekerasan pada perempuan dan anak merupakan kondisi yang berat. Mengingat, kasus kekerasan ini diibaratkan sebagai fenomena gunung es. 

“Melihat data-data tersebut, saya berharap para korban dapat berani melaporkan kejadian itu sendiri. Tidak hanya korban saja, tetapi dari lingkungan keluarga atau masyarakat juga dapat memberikan perlindungan terhadap korban,” ucap legislator Karang Paci asal Dapil Kutai Kartanegara (Kukar) itu, saat dikonfirmasi Timeskaltim.com, Senin (24/10/2022) siang.

Kendatipun, Puji mengimbau masyarakat atau korban kekerasan, memberanikan diri untuk melapor kepada pihak yang berwenang. Tak hanya berani melaporkan pula, korban kekerasan juga memerlukan adanya rasa aman dari keluarga terdekat maupun lingkungan sekitarnya. 

“Berikan korban rasa aman dan jauh dari pelaku. Agar pelaku tidak dapat lagi melakukan pengancaman dan sebagainya. Ini tugas kita bersama,” tegasnya. 

Sekedar informasi, masih banyak stigma masyarakat yang menyalahkan korban jika ada kekerasan perempuan dan anak. Padahal, korban tersebut dipastikan mengalami dampak psikis yang memiliki jangka panjang. Bahkan, hingga depresi berat.(Adv/FD/DKP3A Kaltim)