Kutai Timur –Upaya penataan kota terus digiatkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui kolaborasi lintas instansi yang semakin intensif. Seiring meningkatnya aktivitas perdagangan di Sangatta, kebutuhan untuk menata kawasan pasar dan ruang publik menjadi semakin mendesak.
Salah satu fokus utama pemerintah saat ini ialah penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan, trotoar, dan area publik, terutama di kawasan Pasar Induk Sangatta dan sekitarnya yang setiap hari dipadati warga.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Timur, Fatah Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya tidak bekerja sendiri dalam penataan tersebut. Menurutnya, koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur sangat penting, khususnya dalam penyiapan lapak relokasi dan pengaturan ulang zona perdagangan di dalam pasar.
“Untuk menertibkan pedagang kaki lima, Satpol PP berkoordinasi dengan Disperindag Kutai Timur, terutama terkait relokasi pedagang ke area lapak resmi di dalam pasar serta keringanan biaya retribusi,” ujarnya.
Fatah menekankan bahwa langkah penertiban bukan untuk membatasi ruang gerak pedagang, namun demi menciptakan suasana pasar yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. “Kita ingin semua berjalan tertib, tapi tetap berpihak pada kepentingan ekonomi masyarakat kecil,” tambahnya.
Relokasi pedagang dilakukan secara bertahap agar tidak memicu penolakan. Satpol PP mengedepankan pendekatan persuasif, dengan memberikan edukasi dan dialog langsung kepada para pedagang mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan menghindari penggunaan fasilitas umum secara tidak semestinya. Pendampingan ini juga disertai pemetaan kebutuhan di lapangan agar penempatan lapak lebih sesuai dan tidak memberatkan pedagang.
Dengan dukungan penuh Disperindag, perangkat kecamatan, dan stakeholder lainnya, pemerintah berharap wajah kota Sangatta semakin tertata dan mencerminkan daerah yang maju. Penataan pasar dan PKL ini dinilai sebagai bagian penting dari upaya menjadikan Kutai Timur sebagai daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. (SH/ADV)












