Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
NewsSamarinda

Terima Keluhan Pembelajaran Daring, Kelompok KKN Unmul Berikan Pendampingan Belajar Bagi Siswa SD

337
×

Terima Keluhan Pembelajaran Daring, Kelompok KKN Unmul Berikan Pendampingan Belajar Bagi Siswa SD

Sebarkan artikel ini

TimesKaltim.com, Samarinda – Pandemi Covid-19 yang melanda Kaltim sejak Maret 2020 lalu, membuat berbagai sektor ikut terdampak, salah satunya sektor pendidikan.

Dengan menyebarnya Pandemi Covid-19 di Kaltim, khususnya di Kota Samarinda, membuat pembelajaran tatap muka (PTM) terpaksa dialihkan menjadi Pembelajaran Daring. Metode ini pun banyak dikeluhkan oleh para orang tua, tak terkecuali warga Kelurahan Tanah Merah Samarinda.

Melihat situasi ini, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unmul Kelurahan Tanah Merah 42, mencoba memberikan solusi bagi masyarakat, yakni dengan melakukan pendampingan belajar bagi anak Sekolah Dasar (SD) yang kesulitan dalam pembelajaran Daring.

Dijelaskan oleh Ketua Kelompok KKN Unmul Kelurahan Tanah Merah Muhammad Fahruraji Annur, bahwa kegiatan ini hadir sebagai bentuk respon dari keluhan masyarakat. Karena sesuai dengan tujuan adanya KKN yakni melakukan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami memberikan pendampingan ini berangkat dari keluhan para warga, ketika kami melakukan survei banyak warga yang keluhkan pembelajaran online,” paparnya dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu(14/8/2021).

“Seluruh program kerja yang kami lakukan ini pun telah berkoordinasi dengan pihak Kelurahan, RT setempat dan Dosen Pembimbing Lapangan,” tambahnya.

Disampaikan Aji sapaan akrabnya, selama pendampingan belajar berlangsung, terlihat para siswa yang mengikuti pendampingan terlihat antusias. Mengingat selama satu tahuh terakhir mereka hanya belajar Daring, sehingga terlihat gembira ketika belajar bersama.

“Para siswa senang sekali, apalagi mereka lama sekolah daring jadi ketika belajar bersama terlihat antusias sekali,” terangnya.

Aji berharap, kedepan pemerintah bisa memberikan solusi alternatif bagi orang tua yang kesulitan mendampingi anaknya dalam belajar daring. Mengingat banyak orang tua yang sibuk bekerja dan tidak sempat mendampingi anaknya belajar.

Maka dari itu, harus ada kebijakan baru yang dapat menjadi jawaban atas keresahan masyarakat. Namun, tetap memperhatikan aspek kesehatan agar para siswa tidak terpapar virus Covid-19.

“Kami berharap, kedepan pemerintah bisa mencari solusi karena banyak juga yang kedua orang tuanya harus mencari nafkah, sehingga tidak bisa maksimal mendampingi anaknya belajar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *