Timeskaltim.com, Balikpapan – Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2031.
Dibalut dengan rangkaian kegiatan orientasi politik dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil). Agenda pengukuhan dipastikan bukan hanya kegiatan seremonial balaka.
Namun tersirat agenda yang lebih strategis yaitu konsolidasi kekuatan serta pemanasan mesin partai guna menghadapi kontestasi elektoral pada Pemilu dan Pilkada mendatang.
Berdasarkan pantauan Timeskaltim.com di lapangan agenda pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, yang diwakili perwakilan DPP PKB, Syaiful Huda.
Momentum ini menandai dimulainya fase kerja baru PKB Kaltim dalam menata struktur, memperkuat basis massa, dan merumuskan target politik jangka menengah.
Kepada awak media, Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, menegaskan bahwa pengurus yang baru dilantik diarahkan untuk bekerja langsung di ruang-ruang persoalan masyarakat, narasi “melayani rakyat” kembali ditegaskan sebagai garis ideologis partai.
“Kami berkomitmen bekerja melayani rakyat, memberikan kepastian, dan memastikan PKB hadir sebagai pejuang rakyat yang mampu menjawab aspirasi serta tuntutan masyarakat,” ujar Syafruddin, di Hotel Grand Senyiur Kota Balikpapan, Selasa (10/02/2026).
Namun, di balik retorika pelayanan publik tersebut, PKB juga tengah mengonsolidasikan peran kadernya yang sudah berada di lingkar kekuasaan.
Ia juga mengingatkan bahwa kader PKB yang duduk di DPR RI maupun DPRD Kaltim memiliki tanggung jawab politik untuk mengonversi posisi formal menjadi manfaat nyata bagi konstituen.
“Baik saya di DPR RI maupun Ibu Yeni sebagai Wakil Ketua DPRD Kaltim, kami sadar bahwa posisi ini ada karena rakyat. Kepentingan rakyat harus menjadi prioritas,” tegas, Bang Udin ia biasa disapa.
Pesan Ketua Umum PKB, menurut Bang Udin, juga menekankan pentingnya merapatkan jarak antara partai dan masyarakat.
PKB Kaltim diminta tidak terjebak pada kerja-kerja administratif semata, tetapi hadir sebagai aktor yang mampu memutus mata rantai persoalan sosial di daerah.
“PKB harus dekat dengan rakyat, hadir sebagai solusi, dan menjawab persoalan yang nyata di tengah masyarakat,” katanya.
Pengukuhan pengurus ini sekaligus menjadi pintu masuk konsolidasi struktural lanjutan.
DPW PKB Kaltim berencana melakukan restrukturisasi Dewan Pengurus Cabang (DPC) di kabupaten/kota se-Kaltim pada Juli hingga September mendatang.
Langkah ini dipandang sebagai upaya memastikan mesin partai bergerak seragam hingga ke akar rumput.
“Ini bagian dari memanaskan mesin partai. Konsolidasi bukan pekerjaan musiman, tapi kerja politik harian,” ujarnya.
Dalam forum Muskerwil, PKB Kaltim juga secara terbuka menetapkan target elektoral, yakni merebut sebelas kursi DPRD Provinsi Kaltim, sekaligus meningkatkan perolehan kursi di DPRD kabupaten/kota.
Target tersebut menunjukkan ambisi PKB untuk keluar dari posisi pelengkap dan memperkuat daya tawar politiknya di tingkat daerah.
Diakhir ia menegaskan dengan struktur baru dan target yang dipatok tinggi, tantangan PKB Kaltim ke depan bukan hanya soal mobilisasi suara, tetapi juga konsistensi antara janji keberpihakan dan praktik politik di lapangan.(Has/Pi)












