Tak Perlu Takut Jadi Pelapor, DP2PA Samarinda Pastikan Menjaga Identitas Dengan Ketat

Pelecehan Seksualitas terhadap perempuan anak harus wajib dilaporkan.(Ilustrasi)

Timeskaltim.com, Samarinda – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda selalu berupaya untuk mencegah kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan melalui sosialisasi. 

Pejabat Fungsional Koordinator Penanganan Kasus Anak, Sahidin Ahmad pun menyebutkan bahwa beberapa kali pihaknya sudah dilibatkan sebagai narasumber dalam rangka memberikan materi terkait penanganan kekerasan. 

Ketika sosialisasi itu berhasil digelar, pihaknya sangat berharap semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya mencegah kekerasan terhadap anak dan perempuan. Sosialisasi juga dinilai sebagai salah satu cara untuk memberikan informasi ke masyarakat. Termasuk mencari jejaring sebanyak-banyaknya. 

“Jika masyarakat melihat suatu tindak kekerasan, mereka bisa ngomong dan memberi informasi. Mereka juga tahu kemana harus melapor,” beber Sahidin kepada awak media, Selasa (1/11/2022) siang.

Ditanya mengenai tantangan yang dihadapi DP2PA Samarinda selama menyampaikan sosialisasi ke masyarakat, Sahidin menyebut tentu masih ada sebagian masyarakat yang enggan melapor. 

“Masih banyak (yang enggan melapor). Makanya setiap saya perhatikan, banyak calon pelapor yang takut melapor karena takut ketahuan. Makanya saya jelaskan, mereka itu hanya memberikan informasi. Nanti kami yang meneruskan dan memastikan benar atau tidaknya,” lanjutnya. 

Contoh informasi yang akan dicek kembali adalah perihal alamat tempat tinggal. Kemudian, akan berkoordinasi dengan aparat berwenang setempat. Seperti ketua RT hingga Bhabinkantibmas. (Gan/Adv/DKP3A Kaltim)