

Anggota DPRD Samarinda, Syamsuddin.(Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, berencana akan merevitalisasi area Polder Air Hitam dari macam aktifitas Pedagang Kaki Lima (PKL). Hal tersebut membuat Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Syamsuddin pun ikut prihatin.
Pasalnya, kebijakan tersebut memberikan dampak negatif terhadap para PKL yang telah menetap cukup lama untuk mengais rezeki. Apalagi, pasca pemulihan ekonomi yang disebabkan adanya terpaan pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu.
Ia meminta agar kepada stakeholder terkait, dalam hal ini adalah Pemkot Samarinda untuk lebih memprioritaskan para pedagang lama. Terutama, warga asli yang telah menetap di lingkungan Polder Air Hitam.
- Baca Juga: Banjir Samarinda Kian Meluas, Syamsuddin : Maraknya Tambang Jadi Penyebab Utama
- Baca Juga: Berasal Dari Kehidupan Wong Cilik, Syamsuddin Siap Perjuangkan Aspirasi Rakyat Kecil
- Baca Juga: Syamsuddin Reses di Sungai Pinang Dalam, Warga Keluhkan Infrastruktur Dasar
“Apabila memang destinasi kuliner dan olahraga dibangun, kami berharap para pedagang yang selama ini berjualan di sana harus dipertahankan. Apalagi warga Asli di daerah sana (sekitaran Polder Air Hitam-Red),” ucap Politisi Fraksi PKB saat ditemui wartawan Timeskaltim.com, baru-baru ini.
Namun sejauh ini, lanjut Syamsuddin, para PKL yang telah menetap cukup lama di area tersebut selalu tidak terakomodir secara manajerial. Sehingga, pedagang baru pun mengambil alih lapak para pedagang lama. Sehingga menimbulkan polemik baru bagi Pemkot Samarinda.
“Karena selama ini sering terjadi, apabila sudah ramai pengunjung berdatangan, para pedagang dari luar pun ikut masuk. Sehingga pedagang yang lama tidak terakomodir dengan baik,” keluh Legislator Basuki Rahmat Asal Dapil Samarinda Utara Dan Sungai Pinang itu.(Adv/Wan)












