Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Uncategorized

Sigit Wibowo, Empat Konsensus Terus Kita Tananamkan Kepada Seluruh Lapisan Masyarakat

276
×

Sigit Wibowo, Empat Konsensus Terus Kita Tananamkan Kepada Seluruh Lapisan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi wawasan kebangsaan bersama Sigit Wibowo,

Timeskaltim.com, Balikpapan Dalam rangka memupuk jiwa Nasionalisme dan Cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo menggelar kembali Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di lingkungan RT 02 Kelurahan Kelurahan Gunung Bahagia Kota Balikpapan selasa (20/12/2022).

Dalam sambutanya sekaligu Menyampaikan materi pengatar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan. Sigit menekankan makna Pancasila, pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Sebagai Konsensus kita dalam berbangsa dan bernegara.

” Konsensus berbangsa atau biasa kita sebut empat pilar kebangsaan, harus terus kita tanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat , Karena kita tahu sekarang ancaman untuk mengubah Ideologi negara kita nampak didepan mata , kita sering mendengar narasi dari berbagai kelompok untuk mengubah dasar negara menjadi negara agama tertentu dan komunisme,” kata Sigit.

Ideologi Pancasila sangat penting terus digaungkan untuk masyarakat Kota Balikpapan apa lagi saat ini, terlebih untuk generasi muda. Hal ini untuk menghindari masuknya paham – paham radikal yang dianggap dapat melemahkan ideologi Pancasila.

“Generasi muda kita saat ini sangat rentan terhadap paham – paham radikal, karena informasi yang simpang siur dapat dengan mudah diperoleh melalui Handphone, untuk itu kita sebagai orang tua wajib memantau terus kegiatan anak – anak kita, ungkap Ketua DPD PAN Kaltim Sigit Wibowo.

Sementara Sugiono Sekretaris Kesbangpol Kota Balikpapan Selaku Narasumber menambahkan bahwa, paham radikal saat ini sudah mulai menyusupi segala lini masyarakat di Indonesia, karena masuknya bisa melalui pemahaman agama yang kurang tepat oleh sebagian pemuka agama. Oleh karena itu, paham radikal ini dapat berkembang pesat dan cepat di Indonesia.

“Untuk itu masyarakat harus menggunakan akal sehat kita, untuk memilih informasi yang masuk, agar terhindar dari pemahaman yang salah”, tutupnya. (Adv/Timeskaltim/Fiku).