Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kesehatan

Sejumlah Siswa di Samarinda Terjangkit Gondongan, Dinkes Imbau Masyarakat Waspada

825
×

Sejumlah Siswa di Samarinda Terjangkit Gondongan, Dinkes Imbau Masyarakat Waspada

Sebarkan artikel ini

Ilustrasi penyakit gondongan. (Ist.)

Timeskaltim.com, Samarinda  Baru-baru ini, para siswa di Kota Samarinda digemparkan akibat merebaknya penularan penyakit parotitis atau gondongan.

Penyakit ini menjadi sorotan setelah beredarnya surat edaran dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, terkait pencegahan dan penanganan kasus gondongan yang melonjak di beberapa sekolah dalam 3 minggu terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kosasih mengimbau agar masyarakat kembali meningkatkan kewaspadaan seiring peningkatan laporan kasus itu, khususnya pada siswa usia sekolah dasar.

“Sejumlah siswa di beberapa sekolah mulai terjangkit, penyakit ini meningkat selama awal September hingga saat ini kita terus waspadai penularannya di Kota Samarinda,” ujarnya, Selasa (1/10/2024).

Menurut dia, parotitis atau gondongan yang dipicu infeksi virus paramyxovirus bisa ditularkan melalui percikan luar atau droplet. Infeksi ini menyebabkan pembengkakan pada kelenjar parotis, dan gejala umum yang muncul.

“Penyakit ini rawan ditularkan di kalangan para siswa selama berinteraksi di sekolah,” jelasnya.

Sejumlah puskesmas di Kota Samarinda, ujar Ismed melaporkan banyak temuan gejala klinis gondongan, antara lain pipi bengkak, nyeri menelan, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri perut, mudah lelah, hingga nafsu makan turun.

Dirinya juga mengimbau sekolah menggencarkan edukasi kapada para siswa untuk melakukan pencegahan penularan dengan membiasakan mencuci tangan setelah bersentuhan dan berada pada lingkungan berisiko, serta menjaga jarak interaksi dengan siswa, pendidik dan tenaga kependidikan yang sakit.

“Menggunakan masker bagi warga sekolah yang ditemukan parotitis atau gondongan sampai dengan tujuh hari setelah kasus terakhir sembuh,” tambahnya.

Berikutnya, membatasi interaksi atau meliburkan siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan yang dinyatakan sakit parotitis atau gondongan di sekolah sekurang-kurang dalam tujuh hari sejak munculnya gejala sakit.

Terkait pencegahan penyakit ini, pihaknya meminta agar seluruh puskesmas di Kota Samarinda lebih peka terkait informasi kejadian penyakit parotitis di masyarakat. (Bey)