Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Sedekah Bumi di Dusun II Tudungan, Tradisi Menjaga Harmoni Alam dan Budaya

526
×

Sedekah Bumi di Dusun II Tudungan, Tradisi Menjaga Harmoni Alam dan Budaya

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Sedekah Bumi dan Bersih Dusun di Dusun II Tudungan, Desa Jembayan Tengah. (Roby Sugiarto/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Semarak tradisi mewarnai Dusun II Tudungan, Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) dalam gelaran Sedekah Bumi dan Bersih Dusun bertajuk “Bersama Menjaga Harmoni Alam dan Budaya”. Tradisi tahunan ini menjadi wujud rasa syukur dan komitmen melestarikan nilai-nilai budaya leluhur.

Acara yang berlangsung meriah dan penuh khidmat ini diawali dengan doa bersama dan ceramah tentang rasa syukur atas limpahan karunia alam. Puncak acara dimeriahkan dengan berebut “gunungan” sayur mayur yang disusun rapi oleh masyarakat, melambangkan rasa syukur atas panen berlimpah.

Pada kesempatan tersebut, Camat Loa Kulu, Ardiansyah, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap masyarakat yang telah menggelar kegiatan sedekah bumi, dengan tujuan memberikan rasa syukur terhadap sang pencipta.

“Sedekah Bumi merupakan salah satu prosesi adat istiadat budaya yang patut dilestarikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ardiansyah menjelaskan, bahwa setiap tahunnya masyarakat Dusun II Tudungan mengumpulkan hasil panen dari kebun mereka untuk dijadikan sedekah bumi.

“Beberapa gunungan berisi sayur-mayur yang nantinya diperebutkan oleh masyarakat sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan, Pemerintah Kecamatan Loa Kulu, turut mendukung penuh kegiatan ini dengan menyediakan fasilitas yang diperlukan oleh masyarakat Dusun II Tudungan, seperti wadah untuk menyelenggarakan acara Sedekah Bumi ini.

“Kami sangat mensupport kegiatan ini karena memiliki efek positif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga berharap, bahwa tradisi Sedekah Bumi kedepannya dapat direplikasi di desa-desa lain di Kecamatan Loa Kulu, dan sudah ada beberapa desa yang mulai menyelenggarakan Sedekah Bumi.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Jembayan Tengah, Masnur mengatakan, sedekah bumi bukan sekadar ritual, tetapi juga wujud rasa syukur atas limpahan karunia dari Yang Maha Kuasa.

“Masyarakat disini memiliki kepercayaan bahwa sedekah bumi dapat menghindarkan dari marabahaya dan memberikan kesehatan,” tuturnya.

Lebih membanggakan lagi, sayur-mayur segar yang menghiasi sedekah bumi merupakan hasil panen dari para warga Dusun II Tudungan sendiri. Hasil bumi ini kemudian dibagikan secara gratis kepada seluruh warga sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki.

Bagi Masnur, sedekah bumi tak hanya memperkuat tradisi, tetapi juga membawa dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat. Di dusun yang heterogen ini, sedekah bumi menjadi wadah bagi berbagai suku dan agama untuk berkumpul dan bersilaturahmi.

“Acara ini menjadi momen untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga keharmonisan, dengan tradisi ini, warga bisa saling mengenal, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga kerukunan,” jelas Masnur.

Terakhir, Masnur mengungkapkan, kedepannya sedekah bumi di Dusun II Tudungan dapat terus lestari setiap tahunnya. Tradisi ini tak hanya merawat nilai-nilai budaya, tetapi juga menjadi perekat persaudaraan antar sesama. (Rob/Wan)