Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Diskominfo Provinsi Kaltim

Sebanyak 40 Peserta Perwakilan Kaltim Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator Di Semarang

539
×

Sebanyak 40 Peserta Perwakilan Kaltim Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator Di Semarang

Sebarkan artikel ini

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang digelar di Kota Semarang. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan VIII sukses digelar di Kota Semarang, Jumat (9/6/2023).

Sebanyak 40 orang peserta merupakan utusan dari Pemkot Balikpapan, Pemkab  Paser, Pemkab Penajam Paser Utara (PPU), Pemkab Kutai Barat dan Pemkab Kutai Kartanegara.

Peserta terbagi ke dalam dua kelompok, yakni 2 melakukan pendalaman di Badan Ketahanan Pangan dan melakukan pendalaman di Dinas Perhubungan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, Nina Dewi selaku pimpinan rombongan menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah mempelajari kunci sukses kepemimpinan kinerja Badan Ketahanan Pangan dan Dinas Perhubungan.

“Mempelajari inovasi apa yang dilakukan oleh kedua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mencapai target/tujuan organisasi yang telah disepakati” ucap Nina.

Sementara itu, Walikota Semarang dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris BKPP Kota Semarang, Sutarni, menyampaikan, kunjungan studi lapangan ini adalah sebuah kehormatan untuk sharing sekaligus menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan Kota Semarang.

“Harapannya, studi PKA ini bisa menjadi masukan, sekaligus membuka ruang kolaborasi khususnya antara Pemerintah Kota Semarang dengan Pemerintah Provinsi Kaltim” ungkap Walikota.

Berdasarkan penuturan Bere Ali, Widyaiswara Ahli Utama, yang mendampingi peserta ke Badan Ketahanan Pangan, menyampaikan, inovasi yang menarik untuk diadopsi di daerah adalah penyediaan lumbung pangan.

“Lumbung Pangan tersebut hasil kerjasama dengan Bulog, Koperasi dan Takmir Masjid sebagai cadangan pangan, terutama untuk kebutuhan warga masyarakat yang tidak mampu” ujarnya.

Widyaiswara Ahli Utama, Jauhar Efendi yang mendampingi peserta Stula ke Dinas Perhubungan menyebut, inovasi yang menarik untuk diadopsi yakni penarikan retribusi parkir non-tunai. 

“Model ini melibatkan pengusaha aplikasi, perbankan, dan juru parkir konvensional yang sudah dilatih. Dari 800 titik parkir, saat ini sudah 500 titik parkir yang sudah dikerjasamakan” sebutnya.

Menurut penjelasan Sekretaris Dishub Kota Semarang, Danang mengatakan, pola pembagian penghasilan sebanyak 55% disetor ke Pemkot Kota Semarang sebagai Penghasilan Asli Daerah, 40% untuk para juru parkir, dan 5% untuk aplikator (pengusaha pengembang aplikasi).

Ia menambahkan, keberhasilan moda transportasi Trans Semarang, dengan 259 armadanya diklaim pihak Dishub mampu memindahkan penumpang sekitar 37 ribu orang per hari.

Hal tersebut tentu bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Untuk warga yang masih sekolah/kuliah, anak-anak dan lansia cukup bayar seribu rupiah per tujuan.

“Tetapi, jangan membandingkan kinerja Dishub Kota Semarang dengan Jakarta, karena Pemprov Jakarta sudah mampu mengintegrasikan berbagai moda transportasi melalui JakLingko” pungkasnya. (Bey)