Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (Ist)
Timesakaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono menanggapi rencana Pemkot Samarinda yang akan merelokasi pedagang pasar pagi.
Diketahui, Pemkot Samarinda telah menetapkan sejumlah titik untuk relokasi pedagang Pasar Pagi selama pekerjaan proyek revitalisasi pasar sedang berlangsung.
“Pedagang akan dialihkan sementara ke lokasi seperti Mal Mesra, Pasar Segiri 2, dan di Hotel Selyca. Dalam segi perekonomian, penataan hal yang baik akan kita dukung tetapi tinggal cara penataannya seperti apa,” ungkap Sapto.
“Masa ditata tidak mau? Memang akan berdampak, dalam setahun atau dua tahun, tetapi setelah selesai kan balik lagi ke tempat awal,” tambahnya.
Menurutnya, Wali Kota Samarinda Andi Harun telah memberikan tempat atau relokasi yang baik, sehingga pihaknya dipastikan sudah memikirkan dampak baik buruk dari relokasi tersebut.
“Pasar pagi direlokasi dulu, dibangun secara benar dan tepat, kemudian diatur dan ditata lalu kemudian ketika sudah baik tinggal masuk,” tuturnya.
Politisi Partai Golkar itu, memberikan salah satu contoh pasar yang berada di Berau, yaitu Pasar Sanggam Adji Dilayas yang didalamnya terbagi dua, yakni pasar basah tradisional dan pasar kering, sekarang semua tertata rapi.
“Inilah pemahaman yang harus diedukasi ke masyarakat, niat dari wali kota sangat baik, ingin membuat kota Samarinda jadi lebih baik dan tertata, tinggal bagaimana konsepnya untuk merelokasi pedagang yang ada di pasar pagi,” tandasnya.












