PariwaraPaser

Sambangi Diskarpus Paser, Kacamata Anak Muda Serahkan Buku Rahasia Umum Karya Seftian Chow

437
×

Sambangi Diskarpus Paser, Kacamata Anak Muda Serahkan Buku Rahasia Umum Karya Seftian Chow

Sebarkan artikel ini
Teks Foto: Kacamata Anak Mudi sambangi Diarpus Paser.(Dok)

Timeskaltim.com, Paser – Kacamata Anak Muda menyambangi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kabupaten Paser sekaligus Serahkan Buku “Rahasia Umum Karya Seftian Chow, pada Selasa (2/1/2024) pagi.

Kacamata Anak Muda merupakan komunitas rintisan yang dibentuk pemuda Paser yakni Yarahman dan Moh. Habib Solehuddin pada tahun 2020.

Perkumpulan pemuda ini berdiri selama 3 tahun terakhir serta memiliki fokus pada pengembangan pemuda khusunya pada sektor Literasi Digital.

Berangkat dari program tersebut Kacamata Anak Muda yang diprakarsai Septian Hidayat atau lebih akrab disapa Seftian Chow. Melakukan kunjungan, berdiskusi seputar literasi. Sekaligus, mengantarkan buku karya keduanya. Yang berjudul Rahasia Umum.

Kedatangan Seftian Chow dkk ternyata mendapat sambutan hangat sekaligus penuh keakraban dari Kepala Diskarpus Paser, HM Yusuf Sumako.

Seftian Chow, menjelaskan, Buku tersebut merupakan kumpulan esai yang membahas tiga hal diantaranya Kehidupan, Bisnis, dan Politik.

“Sedikit banyaknya buku ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya,” ucapnya.

Terkahir dalam pesan penutup sebelum berpisah, Seftian Chow selaku pembina Kacamata Anak Muda menyampaikan kepada Kepala Diskarpus Paser Sekiranya dapat memberi ruang bagi Kacamata Anak Muda agar dapat berkolaborasi bersama.

“Terbentuknya sinergi antara pemerintah dan Pemuda Paser demi kemajuan literasi baik dari peningkatan minat membaca, mengkaji, dan penerapan atau implementasi hasil belajar, demi tercapainya Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul,” tutupnya.

Sementara itu, Yusuf Sumako pun mengucapkan rasa syukur dan bangga kepada Seftian Chow serta Kacamta Anak Muda dalam mendukung minat baca. Sekaligus ikut menyumbangkan karya terbaik yang sudah diterima secara simbolis sebelumnya.

“Saya sangat senang, bersykur, dan patut berbagga dengan kedatangan teman-teman hari ini, bukunya saya terima dan akan saya baca,” ungkap Yusuf.

Ia menambahkan, pertemuan singkat itu, memberikan pencerahan. Terkait, kesadaran terhadap literasi khusunya minat baca memang perdetik ini masih sangat rendah, sehingga perlunya formulasi yang dapat menunjang peningkatan tersebut.

“Kita memerlukan, formulasi yang dapat menunjang peningkatan tersebut, baik dari fasilitas yang memadai, Buku-buku yang sesuai kebutuhan. Serta, sistem digitalisasi sebagai bentuk transformasi zaman di era yang sangat pesat seperti sekarang ini,” urainya.(Wan)

error: Content is protected !!