Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Rusmadi Sebut Sekolah Harus Jadi Tempat Ramah Dan Aman Bagi Anak

318
×

Rusmadi Sebut Sekolah Harus Jadi Tempat Ramah Dan Aman Bagi Anak

Sebarkan artikel ini

Wakil Walikota Samarinda, Rusmadi Wongso. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Wakil Walikota Samarinda, Rusmadi Wongso turut menghadiri kegiatan Deklarasi Sekolah Ramah Anak oleh MTS Negeri Samarinda di lapangan Model State Islamic Junior High School Madrasah Tsanawiyah Negeri Model, Senin (13/3/2023).

Rangkaian kegiatan ini meliputi Kampanye gerakan anti bullying, Kampanye pencegahan perkawinan anak, Kampanye stop pekerja anak, Kampanye pencegahan kekerasan terhadap anak, dan Kampanye pencegahan anak putus sekolah.

Rusmadi menyampaikan, bahwa sekolah sudah selayaknya ramah dan aman bagi anak dan hal tersebut bukanlah hal yang baru.

“Sebenarnya ini bukan cerita hari ini, yang namanya sekolah itu memang harusnya sekolah ramah, sekolah yang bersih, sekolah yang sehat itu adalah sekolah yang dapat melindungi anak-anak” ucap Rusmadi.

Kegiatan deklarasi ini berguna dalam mengingatkan semua warga negara untuk memberikan hak anak atas keselamatan, kesehatan, pendidikan dan terbebas dari eksploitasi anak usia sekolah.

“Kalau sudah ada deklarasi sekolah ramah anak berarti stop untuk mempekerjakan anak usia sekolah, stop pernikahan dini, stop bullying, stop kekerasan terutama pada perempuan disekolah” tegasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar dapat mencegah pernikahan dini pada remaja. Sebab, Pernikahan dini dapat membawa pengaruh buruk kepada pasangan muda maupun keturunan mereka kelak.

Disisi lain, terkait stunting pada anak yang meningkat, menurutnya hal itu disebabkan oleh tingginya angka pernikahan dini pada anak.

“Stunting ini termasuk beban, kenapa beban?karena negara ini kan butuh anak anak yang produktif bukan hanya konsumtif” sebutnya.

Selain itu, bonus demografi pada negara-negara maju merupakan salah satu kunci strategis demi menciptakan generasi yang unggul.

“Jepang dan Korea itu sangat memanfaatkan usia produktif ini. Hal itu guna menciptakan proporsi usia kerja lebih besar daripada proporsi bukan usia kerja” pungkasnya. (Adv/Bey/Diskominfo Kaltim).