Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

Ruas Jalan Cepat Rusak, PUPR Kutim Soroti Muatan Berlebih dan Kondisi Alam

36
×

Ruas Jalan Cepat Rusak, PUPR Kutim Soroti Muatan Berlebih dan Kondisi Alam

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur – Kerusakan jalan di sejumlah titik di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menjadi perhatian pemerintah daerah. Banyaknya kendaraan bertonase besar yang melintas tanpa kendali disebut menjadi faktor utama rusaknya struktur jalan. Ditambah kondisi geografis dan cuaca ekstrem, kerusakan pun terjadi lebih cepat dari yang seharusnya.

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim, Joni Abdi Setia, menegaskan bahwa aktivitas angkutan dengan muatan berlebih terus menjadi tantangan berat dalam upaya menjaga kualitas jalan.

Menurutnya, meski pemerintah melakukan perawatan rutin, kondisi jalan tetap mudah rusak bila beban kendaraan di luar batas yang diizinkan.

“Kalau kendaraan bertonase besar terus melintas tanpa pengawasan, jalan itu lama-lama tidak kuat dan akhirnya retak bahkan pecah,” ujarnya

Baru-baru ini ia menjelaskan bahwa bukan hanya beban berlebih yang memicu kerusakan, tetapi kondisi alam Kutai Timur turut memperparah situasi. Curah hujan tinggi sepanjang tahun ditambah karakter tanah lempung yang mudah menyerap air membuat lapisan tanah cepat lemah dan tidak stabil.

“Kami melakukan pemeliharaan secara berkala, tetapi bila beban di lapangan tetap tidak terkendali, kerusakan akan terus terulang. Kami berharap semua pihak dapat mematuhi aturan agar kerusakan bisa diminimalkan,” katanya dalam penjelasan lanjutan.

Sebagai langkah antisipasi, PUPR Kutim berencana meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menertibkan kendaraan yang kedapatan membawa muatan melebihi batas.

Menurut Joni, penegakan aturan menjadi langkah penting agar kerusakan jalan tidak terulang setiap tahun.

“Kami tentu akan berkoordinasi, karena persoalan jalan ini bukan hanya tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan mengawasi aktivitas angkutan berat di wilayah masing-masing. Menurutnya, laporan masyarakat dapat membantu pemerintah melakukan tindakan cepat terhadap pelanggaran yang berpotensi merugikan banyak pihak.

Dengan adanya penertiban dan peningkatan kesadaran bersama, Joni berharap kualitas jalan di Kutai Timur dapat lebih terjaga sehingga pelayanan transportasi dan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.(ADV)