Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialKukar

Rendi Solihin Tegaskan Komitmen Kukar Hadapi Efisiensi Anggaran 2026 Tanpa Kurangi Semangat Pembangunan

138
×

Rendi Solihin Tegaskan Komitmen Kukar Hadapi Efisiensi Anggaran 2026 Tanpa Kurangi Semangat Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin saat berada di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Kukar. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Di tengah tantangan efisiensi anggaran yang melanda hampir seluruh daerah di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan langkah pembangunan tidak akan berhenti. Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap fokus memperjuangkan 17 program prioritas “Kukar Idaman Terbaik” yang menjadi arah pembangunan 2026.

Hal itu disampaikan Rendi usai menghadiri rapat paripurna ke-23 DPRD Kukar di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Kukar, pada Jumat (7/11/2025) kemarin. Rapat tersebut membahas penyampaian Nota Keuangan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Rendi mengapresiasi seluruh fraksi DPRD yang telah menyatakan dukungan terhadap penyusunan RAPBD 2026. Namun, ia tidak menampik bahwa kondisi fiskal tahun depan memerlukan langkah efisiensi yang lebih disiplin dan terukur.

“Kami pada prinsipnya menyepakati dan menyetujui langkah-langkah pemerintah daerah. Di tengah efisiensi yang terjadi dan menurunnya angka APBD, tentu ada rasa cemas apakah kita sanggup membiayai Kukar tahun depan. Tapi kami cukup optimis, dengan pengalokasian anggaran yang baik dan kolaborasi bersama DPRD serta TAPD, semua bisa berjalan dengan baik di tahun 2026,” ujar Rendi.

Menurutnya, Kukar sudah terbiasa menghadapi tekanan fiskal. Ia mencontohkan situasi pada masa pandemi COVID-19, ketika APBD daerah sempat merosot namun perlahan kembali pulih hingga mencapai lebih dari Rp7 triliun.

“Dulu juga waktu COVID, APBD kita 6 triliun, 7 triliun, dan meningkat bertahap. Itu menjadi keberkahan ketika bertambah, tapi ketika berkurang lagi kita juga siap menerimanya. Artinya, situasi seperti ini bukan sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan harus kita hadapi dengan perencanaan yang matang dan gotong royong semua pihak,” jelasnya.

Rendi menegaskan, tahun 2026 menjadi momentum penting untuk menuntaskan fondasi pembangunan melalui 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Ia berharap program-program tersebut dapat dijalankan beriringan dengan penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

“Tahun depan semua harus mulai berjalan, karena ini hanya penyempurnaan dari program Kukar Idaman sebelumnya. RPJMD memang belum disahkan, tapi mudah-mudahan DPRD bisa menuntaskannya sebelum akhir tahun. Sehingga pada 2026 nanti, Kukar Idaman Terbaik bisa benar-benar dijalankan secara optimal,” ucapnya.

Dalam arahannya, Rendi juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia mengingatkan agar setiap rupiah anggaran yang dikelola benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Jangan lagi pakai pola pikir lama. Banyak sekali dokumen yang dibuat hanya jadi kertas tanpa manfaat nyata. Setiap rupiah di Kukar harus betul-betul bisa bermanfaat untuk masyarakat. Kita ingin pastikan anggaran daerah tidak hanya berhenti di laporan, tapi benar-benar jadi kesejahteraan bagi warga,” tegasnya.

Selain efisiensi APBD, Rendi turut menyoroti kinerja Perusahaan Daerah (Perusda). Ia meminta seluruh Perusda berinovasi dan meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Perusda harus aware. Jangan hanya penyertaan modal yang diminta terus. Sekarang Kukar sedang efisiensi besar-besaran, artinya inisiatif untuk meningkatkan PAD harus menyala. Kita targetkan PAD bisa naik dari 10,03 persen ke 15 persen. Itu tidak mustahil kalau semua bekerja dengan semangat yang sama,” pungkasnya.

Melalui arahan tersebut, Rendi menegaskan bahwa efisiensi bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Justru, kata dia, keterbatasan fiskal harus menjadi pemicu lahirnya strategi baru agar visi “Kukar Idaman Terbaik” tetap bergerak menuju kesejahteraan masyarakat. (Adv/Rob/Bey)