Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Ramai Keluhan Kelangkaan Gas Melon, Pertamina Pastikan Distribusi LPG 3 Kg di Kaltim Tetap Normal

358
×

Ramai Keluhan Kelangkaan Gas Melon, Pertamina Pastikan Distribusi LPG 3 Kg di Kaltim Tetap Normal

Sebarkan artikel ini
Sales Area Manager Ritel Kaltimur, Hendri Eko Purwanto. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area Manager Ritel Kaltimur, Hendri Eko Purwanto, memastikan bahwa distribusi LPG 3 kg di Kalimantan Timur tetap berjalan normal.

Dalam rapat dengar pendapat yang digelar pagi ini, Hendri mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik terkait ketersediaan gas subsidi tersebut.

“Kita tetap mendistribusikan seperti biasa. Tidak ada perubahan signifikan dalam mekanisme penyaluran. Masyarakat tidak perlu khawatir karena distribusi tetap berjalan sesuai aturan,” ujarnya usai RDP di Ruang Rapat Paripurna DPRD Samarinda, Kamis (6/2/2025).

Terkait peran pengecer dalam distribusi, Hendri menjelaskan bahwa istilah pengecer hanyalah sebutan dan penyalurannya tetap menggunakan KTP.

“Faktanya, mereka mendapatkan barang dengan berbagai cara, baik legal maupun tidak. Saat ini, mekanisme penyaluran tetap menggunakan KTP yang sudah terdaftar di sistem Merchant Apps Pertamina (MAP),” jelasnya.

Disinggung mengenai status pengecer yang menjadi sub-pangkalan, Hendri menegaskan bahwa keputusan tersebut mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat.

“Kita hanya mengikuti aturan dari atas, baik dari pemerintah maupun dari internal Pertamina, yang jelas, pengecer atau sub-penyalur tetap ada di lapangan, tetapi kita belum bisa memastikan detailnya,” katanya.

Dirinya juga menambahkan, terkait adanya disparitas harga pangkalan ke pengecer, katanya, Pertamina tidak mengatur harga di luar harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Harga subsidi sudah ada aturannya. Agen ke Pertamina ada harga tebusnya, agen ke pangkalan juga pakai HET. Di luar itu, kami tidak punya kewenangan,” katanya.

Terakhir, Hendri berharap agar usulan penambahan kuota LPG 3 kg tahun ini bisa disetujui, mengingat pertumbuhan penduduk Samarinda dan posisinya yang dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kami hanya menyalurkan sesuai kuota yang diberikan. Mudah-mudahan kuota bisa lebih baik tahun ini, mengingat kebutuhan yang terus meningkat,” pungkasnya. (Bey)