Timeskaltim.com, Samarinda -Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar dialog kebudayaan bersama calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim periode 2025 – 2030 di Ruang Serba Guna Lantai 4 Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul), Kamis (5/9/2024) pagi.
Acara tersebut diinisiasi dalam rangka, menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024 mendatang.
Bertajuk ‘Penguatan Kebudayaan dan Masyarakat Adat dalam Pemeliharaan dan Tata Kelola Lingkungan, Sumber Daya Alam di Provinsi Kaltim’ ini, diikuti seluruh Civitas Akademika Unmul, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, budayawan Kaltim, mahasiswa, serta seluruh Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) se – Kaltim.
Didampingi oleh pemateri dialog kebudayaan, tampak hadir calon Wakil Gubernur, Hadi Mulyadi dan Seno Aji.
Dalam sambutanya, Ketua PWNU Kaltim, HM Fauzi A Bahtar, mengungkapkan, kegiatan yang pihaknya ini, merupakan kegiatan kerja sama antara PWNU Kaltim, bersama dengan Kemendikbutristek RI dan Kemitraan – Partnership.
“Semoga saja kegiatan ini dapat terus berlanjut, sehingga mampu memberikan pemahamaan yang mendalam kepada kita, tentang pentingnya merawat kebudayaan khusunya di Kaltim,” ungkap Fauzi.
Ia juga mengatakan, selain untuk menjalin silaturahmi antar sesama anak bangsa, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan diskursus peningkatan kebudayaan dan masyarakat adat dalam konteks Pilkada dan pembangunan daerah.
“Keinginan kami tentu agar acara ini dapat tersambung dengan visi-misi, ide gagasan, dan komitmen para calon kepala daerah terhadap kebudayaan dan masyarakat adat,” ujarnya.
Kata dia, kegiatan ini juga nantinya dapat menciptakan indikator bagi masyarakat, sehingga dapat menentukan pilihannya pada Pilkada 2024 mendatang.
Diakhir ia juga berharap bahawa pesta demokrasi (Pilkada) di Kaltim nanti dapat berjalan dengan baik, tenang, dan juga sejuk.
“Cukup Pilpres kemarin yang membuat masyarakat terkesan terkotak-kotak, sehingga saya harap itu tidak terjadi kembali di Kaltim. Mari kepada simpatisan dan juga pendukung masing-masing calon Gubernur dan Wakil Gubernur, untuk tetap saling menjaga dan saling menghargai satu sama lain nya,” tutupnya.
Di tempat yang sama, mewakili pejabat Gubernur Kaltim, Kabag non pelayanan dasar, Lova Sari, mengungkapkan atas nama Pemprov Kaltim apresiasi setinggi-tingginya kepada PWNU Kaltim atas inisiatif kegiatan yang sangat baik ini.
“Kita berharap agar kegiatan ini menjadi sebuah langkah yang pro aktif, untuk membangun visi pembangunan Kaltim kedepan khususnya, dalam menjaga masyarakat adat dan kebudayaan,” ucapnya.
Kaltim merupakan salah satu provinsi yang kaya akan keanekaragaman, baik itu suku, agama, budaya, hingga adat istiadat. Maka dari itu sebagai warga negara sudah seyogianya sama-sama saling menjaga budaya dan adat disetiap momentum nya.
“Di era globalisasi ini tentu, tantangan bangsa kedepan semakin banyak, sehingga untuk menjaga bangsa dan daerah dari ancaman perkembangan jaman, maka yang menjadi garda terdepan adalah soal adat dan juga budaya,” ujarnya.
Ia menekankan penting bagi semua lini, untuk bersama-sama menjaga pembangunan daerah. Antar Pemprov Kaltim, masyarakat dan para pemangku kebijakan lainnya.
“Sebuah kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kebijakan lainya untuk mencapai sebuah pembangunan yang kita inginkan,” tandasnya.(Has/Wan)













