Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

PW GP Ansor Kaltim Kecam Tayangan Trans 7, Tegaskan Jaga Marwah Kyai dan Pesantren

180
×

PW GP Ansor Kaltim Kecam Tayangan Trans 7, Tegaskan Jaga Marwah Kyai dan Pesantren

Sebarkan artikel ini
Puluhan anggota Banser Kaltim, saat melakukan deklarasi boikot Trans 7. (Dok)

Timeskaltim.com, Samarinda — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Kalimantan Timur (Kaltim) mengecam keras tayangan salah satu program televisi nasional Trans 7 yang dinilai merendahkan martabat kyai, santri, dan pesantren.

Dalam pernyataannya, Ansor Kaltim menegaskan bahwa menjaga marwah kyai dan pesantren sama artinya dengan menjaga kehormatan bangsa. Pesantren selama ini menjadi benteng moral dan pusat pendidikan karakter Islam di Indonesia, sehingga tidak boleh dilecehkan dalam bentuk apa pun.

“Menjaga marwah kyai, santri, dan pesantren berarti menjaga kehormatan dan nilai luhur bangsa. Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, melainkan benteng moral dan kemanusiaan yang telah berdiri kokoh selama ratusan tahun,” tegas mereka dalam pernyataan resmi yang diterima oleh Timeskaltim.com, Jum’at (17/10/2025).

PW GP Ansor Kaltim menuntut Trans 7 untuk segera melakukan taubatan nasuha dan menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada umat Islam, khususnya kalangan pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU).

Ansor Kaltim juga menegaskan pentingnya memelihara nilai kesopanan, akhlak, dan penghormatan terhadap kyai dan tradisi pesantren.

Setiap bentuk narasi negatif, framing tidak proporsional, atau tayangan yang menyinggung kehidupan santri dinilai dapat merusak citra pesantren sebagai pilar moral bangsa.

Selain itu, mereka juga menyerukan agar seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, akademisi, dan media, ikut berperan dalam meluruskan narasi tentang pesantren.

Serta meminta, agar rekanan media bisa lebih berhati-hati, agar tidak menimbulkan stigma dan perpecahan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kami mengingatkan Trans 7 untuk segera memperbaiki kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Jika tidak, PW GP Ansor Kaltim akan mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga kehormatan pesantren dan kyai,” tegas pernyataan tersebut.

PW GP Ansor Kaltim juga menegaskan, pesantren merupakan bagian penting dari sejarah dan identitas bangsa Indonesia.

Karena itu, menjaga marwah pesantren berarti menjaga kedamaian dan keutuhan sosial di tengah keberagaman masyarakat. (Has/Bey)