Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelaku usaha di sektor konstruksi.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap proyek pembangunan di daerah berjalan sesuai standar teknis serta memenuhi aspek keselamatan, mutu, dan keberlanjutan.
Dalam berbagai kesempatan, PUPR Kutim menegaskan bahwa pembinaan bukan hanya formalitas administratif, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan profesionalitas dan daya saing pelaku konstruksi lokal.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menjelaskan bahwa pembinaan kini menjadi fokus utama, terutama untuk mendampingi para pelaku usaha agar benar-benar memahami regulasi dan standar teknis yang harus diterapkan dalam pekerjaan konstruksi. Menurutnya, pendekatan pembinaan jauh lebih efektif dibanding hanya melakukan pengawasan.
“Kami tidak sekadar melakukan monitoring, tetapi memberikan pendampingan agar para pelaku usaha benar-benar memahami aturan dan mampu menerapkan standar konstruksi yang benar di lapangan,” tutur Joni.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan pembinaan tengah digencarkan. Mulai dari pelatihan penggunaan e-katalog versi 6, pembekalan kompetensi dasar bagi kontraktor lokal, hingga peningkatan kapasitas teknis untuk pengelolaan kegiatan fisik di desa dan kecamatan melalui program pelatihan bersertifikat.
“Berbagai jenis pelatihan tersebut kami siapkan agar para kontraktor lokal memiliki pemahaman teknis yang lebih kuat dan mampu mengikuti perkembangan regulasi terbaru,” jelasnya.
Selain mencetak tenaga yang kompeten, PUPR Kutim menargetkan pelaku usaha konstruksi lokal dapat naik kelas dan semakin mandiri dalam mengelola proyek.
“Jika kualitas SDM meningkat, maka pelaku usaha lokal pun bisa berkembang lebih jauh dan memberi kontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah,” tegas Joni.
Melalui pembinaan berkelanjutan ini, PUPR Kutim berharap tercipta ekosistem konstruksi yang sehat, profesional, dan mampu mendukung percepatan pembangunan infrastruktur secara merata di seluruh wilayah Kutai Timur.(ADV)












