Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

PUPR Kutim Ingatkan Pentingnya Kepatuhan Muatan, Jalan Rusak Disebabkan Truk Overload

37
×

PUPR Kutim Ingatkan Pentingnya Kepatuhan Muatan, Jalan Rusak Disebabkan Truk Overload

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur – Kerusakan jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Timur kembali menjadi sorotan. Pemerintah daerah menilai bahwa tingginya aktivitas angkutan berat dengan muatan melebihi kapasitas menjadi salah satu penyebab utama cepat menurunnya kualitas infrastruktur jalan.

Meski pemeliharaan dilakukan secara rutin, kerusakan tetap terjadi apabila kendaraan‐kendaraan tersebut tidak mematuhi batasan yang telah ditetapkan.

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur, Joni Abdi Setia, menjelaskan bahwa setiap ruas jalan dibangun dengan perhitungan teknis khusus, termasuk standar kemampuan daya dukung atau Minimum Standard of Thickness (MST) yang menentukan sejauh mana jalan mampu menerima beban kendaraan.

Ia menegaskan bahwa ketika jalan menerima beban melebihi batas kemampuan tersebut, kerusakan tidak bisa dihindari.

“Setiap jalan memiliki kapasitas kekuatan tertentu. Kalau muatan yang lewat melampaui batasnya, otomatis struktur jalan akan cepat rusak,” ungkapnya dalam keterangan terbaru.

Joni menambahkan bahwa intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas juga memengaruhi kualitas jalan dalam jangka panjang.

“Jika kendaraan bertonase besar terus-menerus melintas tanpa pengendalian, jalan akan mengalami kejenuhan dan pada akhirnya retak hingga pecah,” tuturnya menjelaskan.

Meski pemerintah melakukan berbagai upaya perawatan, mulai dari tambal sulam hingga perbaikan berkala, tetap saja hasilnya tidak akan maksimal jika aktivitas overload terus terjadi.

“Kami melakukan pemeliharaan secara berkelanjutan, tetapi kalau beban kendaraan tetap melebihi kapasitas, jalan akan cepat kembali rusak. Kami sangat berharap pelaku angkutan dapat mematuhi aturan demi kepentingan bersama,” imbuh Joni.

Ia menekankan bahwa pengendalian muatan menjadi kunci agar jalan yang dibangun dengan biaya besar dapat bertahan sesuai umur rencana. Ke depan, koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, akan terus diperkuat untuk memastikan kepatuhan di lapangan.(ADV)