Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

Program Stiker Bansos di Kutim Tetap Dilanjutkan sampai 2025, Dinsos Utamakan Penyempurnaan Akurasi Data

46
×

Program Stiker Bansos di Kutim Tetap Dilanjutkan sampai 2025, Dinsos Utamakan Penyempurnaan Akurasi Data

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur –Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan bahwa program pemasangan stiker pada rumah tangga penerima bantuan sosial (Bansos) akan terus dilanjutkan hingga 2025. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan transparansi sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran, sehingga penerima manfaat benar-benar mereka yang berhak di wilayah Kutim.

Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito, menjelaskan bahwa program stikerisasi telah berjalan sejak 2023 dan terintegrasi dengan proses verifikasi serta validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Setiap rumah tangga yang menerima stiker sudah melalui tahapan pemeriksaan data secara ketat, sehingga meminimalisir potensi duplikasi atau kesalahan sasaran.

Ernata menjelaskan bahwa program ini sudah dijalankan sejak 2023, bersamaan dengan proses verifikasi dan validasi lapangan berdasarkan DTKS.

Ernata mengatakan bahwa setiap pemasangan stiker dilakukan setelah petugas mengecek kondisi ekonomi keluarga penerima. Proses verifikasi tersebut memastikan bahwa keluarga yang dipasangi stiker benar-benar memenuhi syarat sebagai keluarga miskin.

“Sejauh ini tidak ada warga yang menolak. Semua penerima stiker memang berhak mendapatkannya,” ungkapnya.

Program stikerisasi juga menjadi bagian dari mekanisme graduasi mandiri, yakni penghapusan keluarga dari data kemiskinan apabila kondisi ekonominya dinilai sudah membaik. Dengan demikian, kuota bantuan dapat dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

“Kalau kondisi ekonominya sudah membaik, mereka akan kami keluarkan dari data kemiskinan agar bantuan tetap diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan,” tegas Ernata.

Ia menambahkan bahwa pembaruan data dilakukan secara rutin setiap tahun. Ernata juga menekankan pentingnya kejujuran masyarakat saat proses pendataan agar sinkronisasi data dengan sistem nasional dapat berjalan maksimal.ADV