Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDiskominfo Provinsi Kaltim

Program Internet Gratis Kaltim Capai 52 Persen, Ditargetkan Rampung 2026

244
×

Program Internet Gratis Kaltim Capai 52 Persen, Ditargetkan Rampung 2026

Sebarkan artikel ini
Kadis Diskominfo Provinsi Kaltim, HM Faisal. (Hasbi/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Program internet gratis yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukan hasil positif.

Kepada awak media, Kepala Dinas (Kadis) Dinas Komunikasi dan Informartika (Diskominfo) Kaltim, HM Faisal, mengungkapkan bahwa hingga akhir Agustus 2025, layanan ini sudah menjangkau sebangak empat ratus empat puluh satu desa, dari total delapan ratus empat puluh satu desa, atau sekitar 52 persen.

Dengan target bahwa pada Desember mendatang bisa terpasang di tujuh ratus desa, dan selesai sepenuhnya pada tahun anggaran 2026.

“Sejauh ini telah berjalan sangat cepat. Dalam tiga bulan lebih ini sudah 52 persen terealisasi. Kami sudah meminta aagr vendor terus bekerja, hingga target akhir tahun bisa menjangkau lebih dari tujuh ratus desa,” katanya dalam Jumpa Pers di Kantor Diskominfo Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, pada Jumat (29/8/2025).

Menurut Faisal, Pemprov telah mengalokasikan anggaran yang bersumber dari APBD Murni untuk mendukung program internet gratis ini sebesar Rp12 miliar.

Dengan pengerjaan yang ditangani oleh empat perusahaan, yakni PT Telkom, PT Telkomsel, PT ICON+, dan PT Comtelindo, dengan teknologi yang beragam mulai dari fiber optic, satelit, hingga wireless.

Faisal juga menambahkan, untuk semenyara titik internet gratis masih dipusatkan di kantor desa, agar dapat menunjang pelayanan kepada masyarakat. Secara perlahan, kedepanya titik akses bisa dipindahkan ke fasilitas umum lainnya seperti puskesmas atau sekolah.

“Kalau nanti kantor desa sudah punya jaringan sendiri, internet dari pemprov bisa dialihkan ke layanan publik lainnya,” jelasnya.

Kata dia, selain membangun jaringan, Pemprov Kaltim juga akan menanggung biaya bulanan penggunaan internet di kantor desa. Setiap desa rata-rata menerima subsidi biaya antara Rp1,1 juta hingga Rp1,2 juta per bulan.

Diakhir ia mengakui, untuk sebaran desa penerima internet gratis di Kaltim terbanyak berada di Kutai Kartanegara (seratus tujuh belas desa desa), disusul Paser sebanyak sembilan puluh desa, Kutai Timur delapan puluh lima desa, Kutai Barat enam puluh empat desa, Berau lima puluh delapan desa, Penajam Paser Utara dua puluh lima desa) dan Mahakam Ulu sebanyak empat desa. (Has/Bey/ADV/DISKOMINFOKALTIM)