Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
BontangHukum & Peristiwa

Pria Asal Sepatin Tewas Terkena Tembakan Peringatan di Jantung, Disinyalir Kasus Pencurian Batu Bara di Perairan Muara Jawa

399
×

Pria Asal Sepatin Tewas Terkena Tembakan Peringatan di Jantung, Disinyalir Kasus Pencurian Batu Bara di Perairan Muara Jawa

Sebarkan artikel ini

Jepretan layar video penembakan yang viral di media sosial.(Dok)

Timeskaltim.com, Bontang – Salah seorang warga Desa Sepatin Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar) berinsial R (18) tewas di tempat. Usai, mendapat luka tembakan yang menyasar tepat di jantung sebelah kiri dan lengannya.

Dikonfirmasi Timeskaltim.com, Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya mengatakan R yang merupakan warga Kukar itu diduga melakukan upaya pencurian batu bara dari tongkang ke kapal kelotok di Perairan Muara Jawa, Kukar, Sabtu (25/3/2023) sekira pukul 04.00. Dalam melancarkan aksinya, MR dibantu oleh rekan-rekannya.

Yusep menceritakan kronologis kejadian saat itu. Aksi R kepergok saat dua petugas Polresta Samarinda melakukan pengamanan pengawalan di tugboat jenis Mavrick

Mereka hendak menuju terminal batu bara di Muara Badak untuk melakukan ship to ship (STS). Mulanya dua polisi yang sedang melakukan pengamanan mendengar suara sekop yang sedang digunakan. Kemudian kedua petugas tersebut mendekati sumber suara.

Ketika sumber suara ditemukan, polisi langsung menyenter ke arah tugboat. Alangkah kagetnya, ternyata ada sebuah kapal kelotok yang menyandar di tugboat. Kedua petugas langsung meminta menghentikan aktivitas tersebut dan mengimbau kapal untuk pergi.

Karena tidak digubris petugas melepaskan tembakan peringatan sebanyak empat kali. Nahas, satu tembakan peringatan di antaranya mengenai lengan dan tembus ke dada bagian kiri. Ditanya apakah MR dan rekan-rekannya melakukan perlawanan. Yusep bilang tidak ada perlawanan dari terduga pencuri tersebut.

“Tembakan bisa jadi ke udara. Mungkin karena tidak digubris bisa jadi ke arah sasaran. Tapi ini kan masih di dalami oleh Polda Kaltim. Kita tunggu saja,” ucapnya saat dijumpai.

Disinggung soal sumber informasi tersebut, Yusep menjelaskan bahwa awalnya ada warga yang melapor ke pos Polairud Anggana Kukar bahwa ada orang yang terluka akibat tembakan. 

Dua Polisi Diamankan Propam

Saat petugas Polairud menanyakan lokasi kejadian warga tersebut menjawab bahwa kejadian di Muara Berau. Sebab masih dalam kawasan Polres Bontang akhirnya petugas langsung menghubungi Polres Bontang.

Seketika, petugas Polres Bontang menuju ke Puskesmas tempat MR dilarikan. Namun, saat dijumpai MR sudah tidak bernyawa. Kemudian jasad MR dirujuk ke RS Samarinda untuk dilakukan autopsi.

“Sepertinya saat di Puskesmas belum sempat mendapat perawatan. Karena sampai di puskesmas sudah dinyatakan meninggal,” sambungnya.

Diketahui dua polisi Samarinda tersebut saat ini tengah diamankan Propam Polda Kaltim. Untuk dimintai keterangan. Apakah penembakan yang dilakukan sudah sesuai dengan SOP.

“Masih diperiksa Propam Polda Kaltim terkait penggunaan senjata api nya. Sekarang kasusnya dilimpahkan ke sana,” timpalnya.

Dibeberkannya, bahwa dua polisi Polresta Samarinda itu melakukan pengawalan kapal tugboat Mavrickberdasarkan permintaan pemiliki perusahaan. Pun, keduanya telah dibekali surat perintah. Sejauh ini, polisi belum mengamankan kapal kelotok.

“Itu bukan kali pertama dilakukan. Jadi pengawalan dilakukan atas permintaan PT Insani,” tutupnya.

Keterangan Saksi

Sementara itu, dikonfirmasi media ini, Keterangan dari saksi, Munab yang turut mendampingi kejadian ini, mengatakan peristiwa tersebut bermula pada Sabtu (25/3/2023) sekitar pukul 05.00 WITA, saat kapal kayu tersebut bersandar di tongkang. Yang diduga hendak mengambil sisa-sisa batu bara di perairan laut Muara Badak.

Saat itu, informasi yang didapat kapal kayu tersebut dipergoki oleh beberapa oknum Kepolisian yang berada di atas speed boat, lalu di duga menodongkan senjata dan menembak Anak Buah Kapal (ABK) dan memakan korban R warga Desa Sepatin, Kukar.

“Informasi yang kami didapat kapal kayu yang bersandar tongkang, tiba-tiba ditembak orang dari speed boat, hingga mengenai salah satu ABK hingga nyawanya melayang,” ucap pria yang juga kader Muda PKB Kukar itu.

Selanjutnya, korban di bawa ke Pelabuhan Sungai Meriam, Kukar dan langsung di bawa ke Rumah Sakit AW Syahranie untuk di otopsi.

Munab mengatakan, kejadian ini sudah di laporkan kepada pihak Kepolisian, agar kasus ini tetap di proses dengan sebagaimana mestinya.

“Saya akan membersamai masyarakat untuk kasus ini, sampai tersangka mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya,” tegasnya.

Kemudian, Ayah korban Sabran meminta pihak kepolisian untuk menindak lanjut kasus ini hingga keluarga korban mendapat keadilan.

“Kami hanya masyarakat kecil, saya meminta kasus ini di tindak lanjut kepolisian sampai tuntas dengan keadilan yang seadil-adilnya,” harapnya.(Nur/Wan)