Kepala DKP3A Kaltim, Noryani Sorayalita saat presentasikan Proper Kaltim PEKA Gender. (Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita mempresentasikan proyek perubahan bernama Kaltim PEKA Gender atau Sistem Strategi Peningkatan Anggaran Responsif Gender.
Pelaksanaan presentasi itu dilakukan di Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah (Puslatbang KDOD) Lembaga Administrasi Negara (LAN). Sebagai informasi, presentasi ini adalah salah satu rangkaian DKP3A Kaltim sebagai peserta Diklat Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan 14. Di mana, DKP3A Kaltim mesti bertanggung jawab soal proyek perubahan itu ke juri dan mentor.
Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi juga hadir sebagai mentor dan menilai presentasi yang dilakukan oleh DKP3A Kaltim. Hadi menyebut, proyek perubahan yang disampaikan oleh DKP3A Kaltim dan OPD di Pemprov Kaltim lain adalah proper yang penting bagi pembangunan di Kaltim.
“Proper ini penting, dan mereka juga sudah bertemu saya untuk menyampaikan gagasan kepada saya selaku mentor,” bebernya.
Hadi menyebut, proper itu bisa diaplikasikan secara maksimal dan harus dikawal. Sehingga bisa bermanfaat bagi OPD terkait. Noryani yang melakukan presentasi itu menyebut, manfaat Kaltim PEKA Gender ini ditujukan ke OPD, instansi, dan masyarakat.
“Manfaat bagi OPD dan instansi, diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara laki-laki dan perempuan di sektor pengembangan potensi dan kompetensi, mendapatkan penghasilan dan fasilitas yang setara, dan saling berbagi peran dalam menjalankan tupoksi,” bebernya.
Kemudian untuk masyarakat dan pemangku kepentingan, diharapkan bisa mengurangi kesenjangan dalam memanfaatkan hasil-hasil pembangunan dan mendapatkan haknya dalam pelayanan publik, akses pendidikan, layanan kesehatan dan layanan dasar lainnya yang menjadi hak masyarakat.
Soraya menjelaskan, proyek perubahan Kaltim PEKA Gender ini bakal memberikan perubahan yang cukup berarti. Di antaranya kolaborasi Tim Driver melalui Tim Advokasi PPRG yang bekerja secara efektif untuk pendampingan perangkat daerah dalam menyusun PPRG melalui Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS).
“Terjadinya kenaikan anggaran responsif gender (ARG) Provinsi Kaltim yang cukup signifikan pada Semester II tahun 2022 untuk nilai agregat 10 perangkat daerah sebesar 16,76 persen,” pungkasnya. (Gan/adv/DKP3A Kaltim)












