Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

PPL Maluhu Dorong Generasi Muda Jadi Petani Modern Lewat Teknologi

147
×

PPL Maluhu Dorong Generasi Muda Jadi Petani Modern Lewat Teknologi

Sebarkan artikel ini
PPL Kelurahan Maluhu, Rosita. (Istimewa)

Timeskaltim.com, Kukar – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, semangat baru untuk menghidupkan kembali dunia pertanian datang dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Maluhu, Rosita. Ia berharap kemajuan teknologi dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk kembali menaruh minat pada sektor pertanian.

Menurutnya, wajah pertanian kini sudah jauh berubah. Tak lagi sekadar pekerjaan berat di ladang, tetapi telah bertransformasi menjadi bidang modern yang mengandalkan inovasi dan efisiensi.

“Dengan majunya teknologi ini, kita berharap bisa mencetak pemuda-pemuda tani sebagai penerus bapak-bapak petani yang sudah sepuh,” ujar Rosita belum lama ini.

Rosita mencontohkan penggunaan drone untuk pemupukan tanaman sebagai salah satu bukti nyata kemajuan teknologi yang telah membantu petani bekerja lebih cepat dan hemat. Di beberapa wilayah Kukar, seperti Bukit Biru, inovasi ini sudah berjalan dan hasilnya terbukti signifikan.

“Kalau pakai drone, pemupukan bisa selesai dalam hitungan menit. Kalau manual, bisa seharian. Dari segi biaya dan tenaga juga jelas lebih efisien,” tambahnya.

Ia pun mengaku tengah mendorong agar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di wilayahnya dapat memiliki dan mengelola drone secara mandiri. Namun, ia menyadari bahwa langkah ini tidak akan berhasil tanpa dukungan generasi muda.

“Sekarang itu semuanya sudah serba canggih. Kalau teknologi kita manfaatkan, saya yakin anak-anak muda akan merasa lebih tertarik dan merasa asyik bekerja di sektor ini,” jelasnya.

Rosita bukan hanya berbicara soal teknologi, tetapi juga berupaya langsung mendekati para pemuda di lingkungannya. Ia sering menyempatkan diri untuk bergabung dan berbincang dengan mereka di sela waktu santai.

“Kalau saya lewat dan mereka sedang kumpul, saya selalu sempatkan mampir. Saya ingin ambil hati mereka, agar tumbuh minat untuk bertani,” ungkapnya.

Ia menyadari regenerasi petani merupakan tantangan besar yang harus segera dijawab. Mayoritas petani di Kukar kini sudah lanjut usia, dan tanpa minat dari generasi muda, sektor pertanian bisa kehilangan penerusnya.

“Kalau tidak dari sekarang, siapa lagi yang akan meneruskan? Makanya kita butuh generasi baru, generasi milenial yang melek teknologi,” tuturnya.

Menutup pembicaraan, Rosita menitipkan pesan sederhana namun penuh makna bagi para pemuda. Ia ingin menegaskan bahwa bertani bukan pilihan yang ketinggalan zaman, melainkan peluang yang bisa memberikan kesejahteraan di kampung sendiri.

“Kalau mereka bisa menghitung hasil panen, entah itu padi atau sayur, dan sadar hasilnya sangat menguntungkan, saya yakin mereka akan tertarik. Tidak perlu kerja ke luar daerah. Di tempat sendiri pun bisa sejahtera,” tandasnya. (Rob/Bey)