Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

PPL Maluhu Bantu Kinerja Kelompok-Kelompok Tani

342
×

PPL Maluhu Bantu Kinerja Kelompok-Kelompok Tani

Sebarkan artikel ini
PPL Kelurahan Maluhu, Rosita. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Peran penyuluh pertanian di tingkat lapangan terbukti menjadi ujung tombak dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah.

Hal ini terlihat dari aktivitas intensif Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Maluhu, Rosita, yang setiap hari mendampingi kelompok-kelompok tani di Maluhu.

Sebagai penghubung antara Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Rosita menjalankan tugas mendistribusikan informasi teknis maupun kebijakan pertanian kepada para petani. Menurutnya, komunikasi aktif menjadi kunci dalam menjaga semangat petani agar tetap produktif.

“Tiap hari kami lakukan pemantauan, mendampingi petani di lapangan, sekaligus memfasilitasi pertemuan kelompok tani. Karena mereka bekerja dari pagi hingga sore, kami adakan pertemuan malam hari,” ujar Rosita saat ditemui, pada Jumat (23/05/2025).

Selain membina kelompok tani, ia juga membimbing Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam mengolah hasil panen menjadi produk olahan seperti kue dan makanan berbasis bahan lokal.

“Kita juga mengajari cara membuat bahan dari hasil tanam. Apa pun kebutuhan mereka, kami siap mendampingi,” tambahnya.

Dalam tugas pendampingan, dia menyebut tidak ada kendala, karena hubungan dirinya yang sudah terjalin baik dengan para petani. Bahkan, komunikasi sering dilakukan melalui telepon, terutama saat petani menghadapi serangan hama.

“Tugas kami harus sigap. Petani bisa langsung menghubungi kalau ada kendala di lahan,” ujarnya.

Salah satu isu yang sering ditanyakan kelompok tani adalah soal distribusi pupuk subsidi. Menurut Rosita, bantuan ini memang hanya diperuntukkan bagi lahan maksimal dua hektare.

Namun, persoalan muncul ketika ada data petani terdaftar di lebih dari satu kelompok, sehingga luas lahan tercatat tidak sesuai dan membuat mereka tidak masuk dalam sistem penerima subsidi.

“Pelan-pelan kita beri pemahaman, agar satu petani hanya tercatat dalam satu kelompok. Sistem sekarang langsung menghitung total luas dari data yang masuk,” jelasnya.

Terakhir, Rosita berharap, dengan pendampingan yang sering ia lakukan, dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Maluhu. (Rob/Bey)