Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik saat ditemui wartawan usai serah terima jabatan dan pisah sambut dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim masa jabatan 2018-2023. (Berbi/timeskaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Setelah lima tahun mengabdikan diri untuk membangun Kaltim, Gubernur Isran Noor bersama Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi masa bakti 2018-2023 berpamitan kepada seluruh masyarakat Benua Etam.
Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik, menilai jika program Isran-Hadi sangat terbesit dan sangat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dirinya juga mengapresiasi kinerja serta capaian keduanya. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia (IPM), tingkat kemiskinan, pengangguran hingga inflasi.
“Beasiswa Kaltim tuntas berhasil dirasakan dan membantu masyarakat. Selain itu,
Kinerja keuangan target pendapatan daerah selalu berada di atas 100% karena didukung oleh kapasitas piskal,” ujarnya, Rabu (5/10/2023).
Capaian lainnya, lanjutnya, yakni ditetapkannya Ibukota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi momentum bersejarah dalam kepemimpinan Isran-Hadi.
Menanggapi pesan Gubernur Kaltim pada masanya, Akmal mengaku bahwa hal tersebut merupakan tantangan yang besar, terlebih telah disahkannya UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN.
“Itu adalah tantangan yang luar biasa, karena inikan baru ya, kita mencoba kolaborasikan dengan program nasional, seluruh kabupaten kota yang di Kaltim juga harus turut membantu,” tuturnya.
Terkait titipan PPPK, ia menyatakan sepakat dengan keputusan Isran. Bukan hanya menyoal ASN dan Non ASN tetapi tentang kontribusi dan produktivitas.
“Sudah ada keluar Undang-undangnya, kita liat regulasinya seperti apa. Sepanjang dia bisa memberikan kontribusi kepada pembangunan di Kaltim maka dipertahankan,” tambahnya.
Disinggung mengenai mutasi, Direktur Jenderal Otonomi Daerah di Kemendagri ini enggan memberikan komentar.
“Saya no komen,” tutupnya. (Bey)












