Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Daerah

Peta Politik Kaltim Berguncang, PKB Resmi “Cerai” dengan Rudy Mas’ud–Seno Aji

5
×

Peta Politik Kaltim Berguncang, PKB Resmi “Cerai” dengan Rudy Mas’ud–Seno Aji

Sebarkan artikel ini
Teks foto : Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, bersama dengan pengurus saat melakukan tanya jawab bersama awak media.

Timeskaltim.com, Samarinda  Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur (Kaltim) sekaligus anggota DPR RI Dapil Kaltim, Syafruddin, menegaskan partainya tidak akan kembali mengusung pasangan Rudy Mas’ud–Seno Aji pada kontestasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim periode mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Syafruddin dalam konferensi pers, yang dibalut dengan agenda buka puasa bersama para jurnalis, yang dilaksanakn di Pendopo DPW PKB Kaltim, Samarinda, pada Senin (02/03/2026) malam.

Ia menegaskan dukungan politik PKB sepenuhnya berpijak pada keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.

“Benar, pada periode lalu PKB mengusung Rudy–Seno. Namun sikap kami jelas, kebijakan yang pro rakyat akan kami dukung. Jika tidak, maka kami tidak akan mendukung,” kata Syafruddin.

Meski demikian, Syafruddin menegaskan posisi PKB Kaltim tidak berada di luar pemerintahan atau mengambil sikap oposisi.

Tetapi partainya memilih tetap berada pada posisi kritis terhadap setiap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat.

“PKB tidak dalam posisi oposisi. Tapi kalau kebijakan tidak pro rakyat, kami akan melawan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syafruddin mengungkapkan PKB Kaltim telah menyiapkan kader internal untuk maju sebagai calon gubernur pada periode mendatang.

Ia memastikan partainya tidak akan kembali mengusung pasangan petahana.

“Yang pasti, pada periode berikutnya PKB tidak akan mendukung Rudy–Seno. Kami sudah menyiapkan kader sendiri,” tegasnya.

Menurut Syafruddin, kader yang diproyeksikan maju memiliki rekam jejak dan pengalaman di jabatan eksekutif selama dua periode.

Hal itu dinilai menjadi modal penting untuk menawarkan alternatif kepemimpinan bagi Kaltim.

“PKB akan mendorong kader yang berpengalaman dan memahami birokrasi serta kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(Has/Pii)