Akses jalan Stadion Utama menuju jalan tol terpantau mulus. Namun, perlu diwaspadahi adanya genangan air ketika curah hujan sedang tinggi.(Topan Setiawan/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Menuju penghujung puncak mudik lebaran tahun 2023, diprediksi jumlah transportasi jalur darat akan terus mengalami peningkatan. Sehingga, pengecekan kondisi jalan terus digencarkan dengan melakukan Pemeliharaan rutin menuju jalan utama. Dari pengaspalan akses jalan tol, pemotongan rumput tepi jalan hingga overlay di Jalan Stadion Utama Kaltim.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR-Pera) Kaltim melalui Kabid Bina Marga, Hariadi Purwatmoko mengatakan, pemeliharaan rutin dibantu tim dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) wilayah yang terbagi dalam tiga zona se-Kaltim.
“Di Samarinda, kami melakukan pemeliharaan rutin di jalan-jalan provinsi seperti Jalan A Yani, Jalan Letjen Soeprapto (eks Pembangunan), dan lain-lain yang masuk wewenangan provinsi,” ujarnya ditemui media ini, Selasa (18/4/2023) siang.
Akses tol, lanjut Hariadi, mengerjakan Jalan Stadion Utama Kaltim dianggarkan Rp 60 miliar. Bentuk pekerjaanya yakni membangun badan jalan sepanjang sekitar 1 kilometer, memaksimalkan dua jalur jalan.
“Pengaspalan atau overlay tepatnya dari simpang Jalan HAM Rifaddin menuju bundaran depan stadion. Selama beberapa tahun sudah dilakukan tambal sulam. Beberapa titik telah dilakukan rigid pavement, serta pengaspalan bersifat levelling,” jelasnya.
Kata dia, kondisi jalan yang naik turun ketika dilintasi membuat pengendara tidak nyaman. Oleh karena itu, dengan pekerjaan yang dimulai sejak Maret lalu, diharapkan antara beton dan aspal lebih rata.
“Target kami sebelum Lebaran kondisi jalan jauh lebih nyaman. Nantinya juga akan dioverlay secara keseluruhan dengan aspal ya,” tuturnya.
Kondisi lalu lintas arus mudik di Kaltim tidak sepadat di Jawa, sehingga pekerjaan masih bisa dikerjakan hingga lima hari jelang Lebaran. Setelah itu, pekerjaan diliburkan dan disambung pada empat hari setelah Lebaran. “Pada pekerjaan yang belum selesai kami berikan papan penanda agar pengendara waspada,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, beberapa titik rawan longsor juga disiagakan alat berat untuk percepatan penanganan ketika terjadi bencana atau kerusakan jalan.
“Kami bersiap menghadapi arus mudik maupun arus balik. Kemungkinan untuk akses tol waktu ramai saat Lebaran atau bahkan setelah Lebaran, digunakan warga untuk berlibur,” tandasnya.(Wan)












