Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Pariwara

Permata Tersembunyi, Wisata Batu Dinding Telen, Panorama Surgawi Alam Andalan Kutim

776
×

Permata Tersembunyi, Wisata Batu Dinding Telen, Panorama Surgawi Alam Andalan Kutim

Sebarkan artikel ini

Wisata Batu Dinding Telen, Kutim.(Dok:Pemkab Kutim)


Timeskaltim.com, Kutim – Tak Habis-habisnya keelokan alam di Kalimantan Timur (Kaltim), menjadi daya tarik wisata lokal hingga mancanegara. Tak heran, obyek wisata daerah berjulukan Benua Etam ini, selalu dibanjiri oleh para pecinta Alam. 

Menariknya lagi, pesona kekayaan alam di pedalaman Kutai Timur (Kutim), masih belum terjamah dan layak dicanangkan sebagai hidden gem (permata atau objek wisata tersembunyi). Pastinya, mata akan terpukau dengan suasana alam yang asri. Sungguh memanjakan pandangan para pengunjung yang menyaksikan.

Batu Dinding namanya, yang berada di Desa Marah Haloq Kecamatan Telen. Asiknya lagi, tidak hanya memamerkan menjulangnya tinggi pegunungan batu karst raksasa, namun memperlihatkan rimbunnya hutan. Tentu saja, masih alami yang dibelah dengan jernihnya air Sungai Marah.

Belum lama ini, Tim Ekspedisi “A Magic Land of East Kutai” dari DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kutim berkesempatan menjejaki kaki di Batu Dinding ini.

Walaupun dengan waktu yang terbatas dan tidak sempat melakukan kemping (berkemah), tim masih bisa mengeksplor apa saja potensi yang ada di dalamnya.

Tak Kalah Elok Dari Wisata Batoq Tenevang

Kepada Timeskaltim.com,  Ketua DPC HPI Kutim Askhar Muzakkar, Batu Dinding Telen ini tidak kalah menarik dengan apa yang dipunya oleh Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dengan Batu Dinding (Batoq Tenevang). Terletak di Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun.

“Ini benar-benar Hidden Gem Kutim, Kutim juga punya Batu Dinding yang ke depannya bisa menjadikan destinasi wisata ini menjadi andalan. 

Tentunya wisata alam minat khusus bagi para pecinta adventure yang ingin menikmati suasana berbeda jauh dari riuh pikuk keramaian. Lokasi ini bisa juga dijadikan tempat melepaskan penat menikmati udara yang masih sejuk,” bebernya dikonfirmasi via telepon, Minggu (19/2/2023) siang.

Ditambahkan Askar, beberapa aktivitas juga bisa dinikmati di kawasan Batu Dinding Telen ini mulai dengan memancing ikan, menyewa perahu mengitari Sungai Marah menggunakan perahu, trekking hingga kemping. 

Berlalu-lalangnya Aneka Fauna 

Jika beruntung, di kawasan ini juga bisa melihat langsung lalu lalang burung enggang terbang hingga aktivitas monyet mencari makan.

Selanjutnya, ada beberapa hal yang harus diwaspadai ketika berada di Batu Dinding Telen. Jika musim hujan tidak disarankan untuk melakukan kemping di sekitar area sungai apalagi ketika sungai pasang.

Untuk menuju lokasi Batu Dinding Telen memang menantang dan aksesnya cukup masuk ke dalam kawasan Desa Marah Haloq dengan melintasi perkebunan HTI sawit perusahaan. 

Disarankan juga menggunakan mobil gardan karena jalannya masih labil dengan kondisi tanah. Dalam ekspedisi ini, tim dibantu oleh Pemerintahan Desa Marah Haloq dengan 1 unit mobil gardan untuk menuju Batu Dinding.

Jika dari Muara Wahau langsung menuju ke Desa Marah Haloq di Kecamatan Telen memerlukan waktu tempuh sekitar dua jam. Selanjutnya, start dari Kantor Desa Marah Haloq menuju Batu Dinding memakan waktu sekitar 45 menit dengan jalan kontur curam karena ada jurang, harus ekstra hati-hati.

“Setelah sampai di Batu Dinding, kita akan ketemu salah satu pengelola Batu Dinding yaitu Mastur yang merupakan satu-satunya warga yang sudah tinggal lama di area dekat Batu Dinding,” ungkap Kaur Pemerintahan Desa Marah Haloq Margiono saat mendampingi tim ekspedisi.

Ke depan, jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim terutama dalam kajian rencana induk pengembangan pariwisata daerah Kutim.(Wan)