Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialKukar

Peringatan Hari Ibu ke-97 di Kukar, Pemerintah Dorong Perempuan Jadi Penggerak Utama Pembangunan Daerah

191
×

Peringatan Hari Ibu ke-97 di Kukar, Pemerintah Dorong Perempuan Jadi Penggerak Utama Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
Kegiatan DP3A Kukar dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 di Pendopo Bupati Kukar, pada Senin (01/12/2025). (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Perayaan Hari Ibu ke-97 di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) pada Senin (01/12/2025) berlangsung dalam suasana akrab dan penuh warna. Puluhan perempuan dari berbagai komunitas hadir mengenakan kebaya yang beragam, menciptakan kesan hangat sekaligus meriah sejak acara dimulai.

Kegiatan yang diprakarsai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar bekerja sama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), UMKM perempuan, dan komunitas peduli isu perempuan dan anak ini mengangkat tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya untuk Mewujudkan Kukar Idaman Terbaik Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema itu bukan sekadar slogan, tetapi menjadi penekanan arah pembangunan daerah yang semakin melibatkan perempuan sebagai pilar utama.

Dalam sambutan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Dafip Haryanto, pemerintah menyoroti besarnya beban peran yang ditanggung perempuan, terutama ketika menjalankan tanggung jawab sebagai ibu sekaligus berperan di ruang publik.

“Dengan segala hormat dan kerendahan hati, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tak terhingga atas peran luar biasa dari para ibu dan perempuan hebat ini,” ucap Dafip.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Kukar terus memberikan dukungan bagi peningkatan kualitas perempuan melalui berbagai program, termasuk pelatihan, pendidikan, serta perluasan akses untuk mengembangkan kapasitas diri. Peluang ini semakin diperkuat melalui program-program dedikasi Kukar Idaman Terbaik.

Program Kredit Kukar Idaman Terbaik disebut dapat menjadi alat pengungkit bagi pelaku usaha perempuan agar lebih mandiri. Sementara Program RT-Ku Terbaik membuka ruang bagi perempuan untuk ikut memberikan suara dalam proses perencanaan pembangunan dari tingkat lingkungan.

“Perempuan perlu terlibat dalam setiap proses pembangunan karena pengalaman dan perspektif mereka sangat menentukan arah kebijakan di lapangan,” jelasnya.

Lebih jauh, perempuan juga diharapkan mengambil peran dalam sektor pertanian, peternakan, dan perikanan melalui program Petani/Peternak/Nelayan Tangguh. Pemerintah mendorong perempuan untuk membangun jejaring, meningkatkan keterampilan, dan masuk dalam sektor yang sebelumnya banyak didominasi laki-laki.

Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno, menekankan bahwa peringatan Hari Ibu bukan hanya perayaan simbolik, tetapi cerminan komitmen pemerintah dalam memajukan perempuan sebagai aktor pembangunan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember. Ini bentuk keseriusan kita mendukung perempuan agar berperan aktif dalam berbagai aspek kehidupan,” ungkapnya.

Hero juga mengungkapkan bahwa DP3A tengah memperkuat hubungan lintas komunitas perempuan dan menyusun program-program yang langsung merespons kebutuhan mereka. Penguatan kapasitas dan pemberdayaan UMKM perempuan menjadi salah satu fokus karena terbukti berperan besar dalam perekonomian rumah tangga dan daerah.

“Kita ingin perempuan Kukar tumbuh menjadi pribadi yang kuat, percaya diri, dan mampu bersinergi dengan program pemerintah. Inilah semangat Kukar Idaman Terbaik,” ujarnya.

Perayaan penuh kehangatan itu menandai komitmen bahwa perempuan bukan lagi sekadar pendukung pembangunan, tetapi mitra strategis dalam menggerakkan roda kemajuan Kutai Kartanegara menuju Indonesia Emas 2045. (Adv/Rob/Bey)