Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kaltim

Percepatan Pembangunan Jalan Trase Samarinda-Bandara APT Pranoto Didorong, APBD Kaltim Alokasikan Rp60 Miliar

368
×

Percepatan Pembangunan Jalan Trase Samarinda-Bandara APT Pranoto Didorong, APBD Kaltim Alokasikan Rp60 Miliar

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (Berby / Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan jalan trase yang menghubungkan Samarinda ke Bandara APT Pranoto melalui Batubesaung, dan dilanjutkan hingga ke Simpang Tiga Muara Badak.

Proyek ini dinilai strategis untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di dalam kota Samarinda yang kian parah.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2024, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp60 miliar untuk merealisasikan proyek tersebut.

“Tahun anggaran 2024 ini di APBD Kaltim sudah dialokasikan dana Rp60 miliar untuk jalan trase tersebut,” ujar Sapto Setyo Pramono, pada Kamis (21/11/2024).

Sapto menyampaikan bahwa DPRD Kaltim sebelumnya mengusulkan proyek ini dijalankan sebagai *multi-year contract* agar dapat selesai lebih cepat sebelum masa jabatan Gubernur Kaltim Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi berakhir.

Namun, usulan tersebut tidak mendapat respons dari Pemerintah Provinsi Kaltim, sehingga pengerjaan proyek hanya dilakukan dalam satu tahun anggaran dan dijadwalkan dimulai pada 2024.

Rute jalan trase ini akan dimulai dari Jalan HM Ardans, Sempaja Utara, menuju simpang APT Pranoto, dan dilanjutkan ke Sambera.

Sapto mengungkapkan bahwa kondisi badan jalan sebenarnya sudah ada, sehingga fokus utama pekerjaan adalah peningkatan kualitas, pelebaran jalan, serta pembebasan lahan yang diperlukan.

“Di lapangan, badan jalan sebenarnya sudah ada, tinggal peningkatan, pelebaran, serta pembebasan lahan,” tambahnya.

Meski anggaran telah disiapkan, Sapto menyebutkan bahwa DPRD Kaltim hingga saat ini belum menerima laporan perkembangan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim.

Pembangunan jalan ini dinilai mendesak untuk mengatasi berbagai permasalahan transportasi di Samarinda, seperti kemacetan, risiko banjir, dan kecelakaan lalu lintas. Beberapa ruas jalan utama seperti Jalan KH Wahid Hasyim, PM Noor, dan DI Panjaitan menjadi titik rawan yang perlu segera dikurangi bebannya.

“Kita semua tahu jalan dalam kota Samarinda ini rawan macet, rawan banjir, dan rawan lakalantas kendaraan besar,” jelas Sapto.

DPRD Kaltim berharap proyek ini dapat segera diselesaikan untuk meningkatkan mobilitas antara Samarinda, Bandara APT Pranoto, dan Sambera.

Selain itu, proyek ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar dengan memperlancar arus transportasi barang dan penumpang. (Rob/Bey)