Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kaltim

Perbaikan Jalan Tering–Ujoh Bilang, Ekti Imanuel : Kunci Buka Isolasi Mahakam Ulu

290
×

Perbaikan Jalan Tering–Ujoh Bilang, Ekti Imanuel : Kunci Buka Isolasi Mahakam Ulu

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II DPRD Kaltim, Ekti Imanuel. (Hasbi/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ekti Imanuel, menegaskan pentingnya pembangunan jalan penghubung dari Kecamatan Tering, Kutai Barat menuju Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, sebagai langkah strategis membuka isolasi wilayah perbatasan.

Menurut Ekti, proyek jalan sepanjang 28,175 kilometer dengan konstruksi rigid beton ini sudah melalui tahap perencanaan dan kini memasuki proses pelaksanaan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim sendiri telah menyiapkan anggaran Rp206 miliar dalam APBD Murni 2025 untuk mendukung pembangunan infrastruktur tersebut.

“Jalan itu sudah berproses. Tender juga sudah berjalan. Di anggaran 2025 ada beberapa segmen yang tidak lama lagi mulai dikerjakan. Saat ini persiapannya sudah sekitar 80 persen,” jelas Ekti di Samarinda, belum lama ini.

Ia menekankan, kondisi geografis Mahakam Ulu yang bergantung pada transportasi Sungai Mahakam kerap menyulitkan masyarakat.

Dari lima kecamatan, empat puluh enam kampung berada di bantaran sungai, sehingga jika air pasang terjadi banjir, sementara saat surut akses transportasi sangat terhambat.

“Masyarakat Mahulu sangat tergantung pada Sungai Mahakam. Kalau air besar banjir, kalau air kecil mereka menderita. Akibatnya harga barang, terutama di Long Pahangai dan Long Apari, sering melonjak,” terangnya.

Dengan adanya jalan darat, diharapkan distribusi logistik menjadi lebih stabil dan harga kebutuhan pokok bisa lebih terjangkau.

Kata dia, pembangunan jalan Tering–Ujoh Bilang akan dilaksanakan dalam empat segmen, masing-masing senilai Rp53 miliar untuk segmen pertama dan kedua, serta Rp50 miliar untuk segmen ketiga dan keempat.

Sehingga total panjang jalan yang direncanakan mencapai 136 kilometer, menjadikannya salah satu proyek infrastruktur darat terbesar di kawasan tersebut.

Statusnya sebagai jalan non-status, pembiayaan dilakukan secara kolaboratif. Pemerintah pusat menangani ruas 0–10 km dan 41–117 km melalui APBN, dan Pemprov Kaltim membiayai ruas 10–41 km melalui APBD, sementara Pemkab Mahakam Ulu mengerjakan ruas 117–136 km.

Ekti menegaskan, pembangunan jalan ini tidak hanya membuka akses darat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan ekonomi wilayah 3T (tertinggal, terluar, terdepan).

“Komitmen pemerintah provinsi membuka isolasi Mahakam Ulu patut diapresiasi. DPRD Kaltim akan terus mendukung agar proyek ini berjalan lancar, karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Diakhir ia menegaskan, dengan rasa optimisme, akses darat akan mempercepat pemerataan pembangunan. Sekaligus menekan harga kebutuhan pokok di wilayah pedalaman. (Adv/Has/Bey)