Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDaerahKutim

Penurunan Stunting Kutai Timur Melaju Signifikan, Fokus Intervensi 1.000 HPK

46
×

Penurunan Stunting Kutai Timur Melaju Signifikan, Fokus Intervensi 1.000 HPK

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur – Upaya penurunan stunting di Kutai Timur menunjukkan kemajuan yang kuat. Dalam beberapa tahun terakhir, angka stunting berhasil ditekan dari sekitar 21 persen menjadi kurang lebih 14 persen.

Capaian ini bukan kebetulan, melainkan hasil intervensi lintas sektor dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari edukasi gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga pembinaan remaja.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur Sumarno menekankan bahwa pengendalian stunting tidak hanya soal tinggi badan semata, tetapi menyangkut perkembangan otak dan tumbuh kembang anak secara jangka panjang.

“Orang pendek belum tentu stunting. Yang kita jaga adalah kualitas pertumbuhan dan perkembangan otaknya,” ujarnya.

Intervensi utama dilakukan pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dimulai bahkan sebelum seorang perempuan memasuki masa kehamilan.

Remaja putri menjadi sasaran penting melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin untuk mencegah anemia, yang berpengaruh pada kesehatan kehamilan dan tumbuh kembang janin.

“Kita intervensi sejak remaja, saat hamil, sampai anak usia dua tahun. Itu fase paling krusial,” katanya.

Selain itu, pemantauan pertumbuhan dilakukan melalui posyandu dan kader yang tersebar hingga tingkat desa.

Kader berperan mengidentifikasi risiko, memberi edukasi pola makan, dan memastikan anak mendapatkan layanan kesehatan yang diperlukan, termasuk imunisasi dan suplementasi sesuai standar.

Sinergi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PMD, hingga program pangan lokal menjadi elemen penting dalam menurunkan angka stunting.

Pemerintah daerah juga mendorong peran keluarga dan komunitas agar perubahan perilaku gizi dan kesehatan dapat berlangsung konsisten di rumah.

Upaya ini diharapkan tidak hanya menurunkan angka stunting secara persentase, tetapi membangun generasi Kutai Timur yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing dalam jangka panjang. (SH/ADV)