Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

Penguatan Pendidikan Keagamaan di Sekolah Kutim Berjalan Setara dan Terstruktur

231
×

Penguatan Pendidikan Keagamaan di Sekolah Kutim Berjalan Setara dan Terstruktur

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur –Di Kutai Timur, upaya penguatan pendidikan keagamaan di sekolah terus berjalan dengan pendekatan yang terstruktur dan setara. Program ini dirancang untuk memastikan siswa mendapatkan pembelajaran agama yang seimbang, mendukung pengembangan karakter, serta membekali generasi muda dengan pemahaman nilai-nilai keagamaan secara menyeluruh.

Upaya memperkuat pendidikan karakter di sekolah terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Salah satu langkahnya adalah memastikan pembelajaran agama berjalan lebih terarah, terukur, dan memiliki pendampingan yang kompeten di setiap satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur Mulyono menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan UMI Foundation Surabaya untuk penguatan guru ngaji di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

“Kami menambah dua jam pelajaran mengaji di SD dan SMP, dan guru ngaji digaji melalui Disdikbud,” ujarnya.

Beliau menegaskan bahwa penguatan pendidikan keagamaan bukan hanya untuk siswa muslim, tetapi juga untuk agama lain.

“Kami memberikan ruang yang setara bagi semua agama,” katanya.

Selain itu, pengelolaan dan pengawasan kegiatan keagamaan di sekolah ditugaskan kepada pihak yang memiliki kompetensi pada bidangnya.

Dinas Pendidikan juga bekerja sama dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam mendukung kegiatan keagamaan umat Nasrani, terutama terkait pendampingan dan kegiatan pembinaan keagamaan di sekolah.

Langkah ini dipandang penting sebagai bagian dari pembangunan karakter dan pembentukan moral siswa sejak dini.

Melalui pendekatan yang inklusif, Dinas Pendidikan memastikan tidak ada kelompok keagamaan yang terpinggirkan atau diutamakan secara berlebihan.

Dengan penguatan program keagamaan yang terstruktur dan kolaboratif, Kutai Timur berharap mampu membangun generasi yang berakhlak baik, berpengetahuan, dan saling menghargai dalam keberagaman. (SH/ADV)