Kutai Timur – Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kutai Timur terus berjalan. Pemerintah daerah memastikan standar fasilitas, tenaga medis, dan sarana layanan dasar dipenuhi hingga ke tingkat desa.
Penguatan ini menjadi bagian dari strategi pemerataan layanan kesehatan agar masyarakat menerima pelayanan yang layak tanpa harus menempuh jarak jauh.
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur Sumarno menjelaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan telah melalui proses akreditasi berjenjang.
“Minimal akreditasinya Madya, dan ada 16 yang sudah Paripurna,” ujarnya.
Status tersebut menunjukkan bahwa tenaga kesehatan, alat medis, hingga kompetensi pelaksana layanan sudah sesuai standar nasional.
Sejak sekitar 2021, peningkatan mutu fasilitas kesehatan dilakukan bertahap melalui pendampingan dan pemenuhan sarana serta kebutuhan tenaga.
Ia menambahkan bahwa ekspansi layanan terus dilakukan agar tidak hanya pusat kota yang merasakan peningkatan mutu.
“Setiap kecamatan wajib punya puskesmas induk,” katanya.
Selain itu, di tingkat desa disiapkan pustu atau polindes, lengkap dengan bidan, perawat, dan kader kesehatan yang menjalankan layanan dasar sesuai pedoman Kementerian Kesehatan.
Mekanisme ini bertujuan menjaga ketersediaan layanan terdepan yang mudah dijangkau dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Untuk memperkuat layanan rujukan wilayah tengah dan pedalaman, pemerintah juga menyiapkan pembangunan Rumah Sakit di Muara Wahau.
Rumah sakit tersebut diproyeksikan menjadi fasilitas pendukung strategis bagi kawasan yang selama ini harus mendapatkan rujukan ke Sangatta atau kota lain.
Dinas Kesehatan menegaskan komitmen bahwa seluruh pemenuhan layanan dilakukan secara bertahap namun berkesinambungan.
Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa hak masyarakat terhadap kesehatan terpenuhi secara merata, berkualitas, dan berkelanjutan. (SH/ADV)












