Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, Markaca memberikan pandangannya terkait keputusan pengibaran bendera pada perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus yang kembali digelar di Jakarta setelah rencana pengibaran di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara batal dilakukan tahun ini.
Menurutnya, hal tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan karena pembangunan IKN sendiri masih dalam tahap persiapan dan belum selesai secara menyeluruh.
“Secara resmi perpindahan IKN belum dilakukan, jalannya saja belum selesai, seperti akses ke Jembatan Pulau Balangannya yang masih dalam pembangunan,” ujar Markaca, Selasa (12/8/2025).
Ia menjelaskan, pengibaran bendera di Jakarta merupakan langkah yang wajar mengingat IKN belum siap secara fisik dan infrastruktur untuk menjadi pusat kegiatan nasional.
“Jadi wajar saja jika pengibaran merah putih kembali dilakukan di Jakarta. Tidak perlu dianggap berlebihan atau menimbulkan kegaduhan,” tambahnya.
Meski begitu, ia menilai pembangunan IKN yang terkesan terburu-buru sebenarnya merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi besar dan perlu didukung.
“Terkadang ide-ide nekat harus ada agar pembangunan bisa terlaksana. Tanpa itu, proyek besar seperti IKN tidak akan pernah jadi,” tuturnya.
Ia juga membandingkan pembangunan IKN dengan proyek-proyek di Samarinda seperti Taman Samarinda dan Teras Tepian yang dulu juga sempat dipandang sebelah mata namun kini menjadi ikon dan pusat keramaian.
“Dulu Teras Tepian juga cuma pinggiran sungai, sekarang jadi tempat yang ramai dan bermanfaat,” katanya.
Markaca tidak pesimis dengan masa depan IKN. Dirinya percaya, proyek ini akan berhasil jika terus mendapatkan dukungan dan perbaikan. (Adv/Bey)












