Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Pemprov Kaltim Luncurkan Program “Gratispoll”, Komitmen Nyata untuk Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Rakyat

471
×

Pemprov Kaltim Luncurkan Program “Gratispoll”, Komitmen Nyata untuk Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud-Seno Aji, saat meluncurkan program GratisPoll. (Muhammad Hasbi/ Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji resmi meluncurkan program unggulan bertajuk Gratispol.

Peluncuran digelar secara meriah, di Plenary Hall, komplek GOR Kadrie Oening, kota Samarinda, pada Senin (21/4/2025).

Yang dihadiri oleh seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pelajar, dan masyarakat Kaltim.

Program Gratispol ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemprov Kaltim, dalam memperluas akses terhadap pelayanan dasar masyarakat secara menyeluruh.

Dalam sambutanya, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mengungkapkan, sejumlah layanan publik esensial kini akan tersedia secara gratis, mulai dari pendidikan tingkat SMA hingga S3, layanan kesehatan berkualitas, konektivitas internet desa, hingga dukungan ibadah umrah bagi penjaga rumah ibadah.

“Peluncuran Gratispoll adalah langkah historis yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Ini menjadi simbol transformasi pelayanan publik di Kaltim,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan, program ini sebagai program emas dan lompatan besar, untuk membawa Kaltim menjadi daerah maju dan setara dengan wilayah lain yang lebih dulu berkembang.

Program Gratispoll juga menjadi realisasi visi besar Rudy Mas’ud yang telah ia gaungkan sejak masa kampanye, dengan salah satu fokus utama program ini adalah pendidikan.

Berdasarkan data yang disampaikan, saat ini hanya sekitar 12 persen anak di Kaltim yang mengenyam pendidikan tinggi.

Oleh karena itu, menurutnya angka tersebut jauh dari target ideal 20 persen, sebagai indikator untuk menjadi daerah maju.

“Pendidikan tak berhenti di jenjang 12 tahun. Kami ingin anak-anak Kaltim bisa menempuh pendidikan hingga 16 tahun, minimal sampai tingkat S1,” ucapnya.

Diakhir orang nomor satu di Kaltim ini menegaskan, hadirnya Gratispoll, Pemprov Kaltim berharap dapat memperkuat pemerataan kesejahteraan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Program ini juga kami rasa sangat strategis, dalam mendukung kesiapan Kaltim menghadapi dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara,” pungkasnya. (Has/Bey)