Timeskaltim.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, terkait larangan pejabat daerah memamerkan kemewahan (flexing) serta pembatasan kegiatan seremonial yang dinilai boros.
Kepada awak media, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mengatakan pihaknya sudah sejak awal berupaya memangkas kegiatan yang tidak efisien. Salah satunya dengan mengurangi acara seremonial di hotel yang kerap menelan anggaran besar.
“Kami sudah berkomitmen untuk mengurangi kegiatan yang tidak efisien. Misalnya, kegiatan yang biasanya dilaksanakan di hotel-hotel, sekarang hampir tidak ada lagi. Soal flexing, saya rasa kami juga sudah sejalan dengan arahan tersebut,” ujar Rudy, Kamis (4/9/2025).
Senada, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menekankan pentingnya sensitivitas pejabat terhadap kondisi masyarakat. Menurutnya, gaya hidup mewah tidak sepatutnya ditunjukkan, apalagi dipamerkan di media sosial.
“Saya pribadi tidak pernah flexing. Untuk OPD dan pejabat di daerah, layani masyarakat dengan sepenuh hati. Tidak perlu pamer kekayaan,” tandasnya. (Has/Bey/ADV/DISKOMINFOKALTIM












