Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Daerah

Pemkab Kukar Salurkan Bantuan untuk Petani Gagal Panen di Rapak Lambur

3
×

Pemkab Kukar Salurkan Bantuan untuk Petani Gagal Panen di Rapak Lambur

Sebarkan artikel ini
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, pada Rabu (08/04/26). (Rob/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat membantu petani di Desa Rapak Lambur yang terdampak gagal panen akibat banjir. Bantuan berupa beras disalurkan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, pada Rabu (08/04/2026).

Penyerahan bantuan dipusatkan di Gedung BPU Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Bantuan ini menjadi respons atas kerugian yang dialami petani akibat banjir yang merendam lahan pertanian.

Berdasarkan hasil verifikasi tim terpadu, dari total lahan sawah seluas 342,25 hektare, sekitar 148 hektare mengalami puso atau gagal panen. Kondisi ini berdampak pada 153 kepala keluarga atau 542 jiwa yang tersebar di beberapa RT di desa tersebut.

“Saya bersama OPD Kabupaten Kukar atas nama pemerintah daerah menyerahkan bantuan untuk bencana gagal panen yang disebabkan banjir di Desa Rapak Lambur,” ujar Aulia.

Sebanyak 9.756 kilogram beras atau setara 1.084 karung disalurkan kepada para petani terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam jangka pendek.

“Kita berikan bantuan berupa beras sebanyak 9.756 kilogram. Harapannya, ini bisa membantu masyarakat menyambung kehidupan sekaligus melakukan pemulihan untuk masa tanam berikutnya,” jelasnya.

Selain bantuan pangan, pemerintah daerah juga menyalurkan benih padi sebanyak 1.250 kilogram. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung percepatan proses tanam kembali setelah banjir surut.

Pemkab Kukar memastikan akan terus mengupayakan langkah lanjutan guna membantu petani bangkit. Berbagai kebutuhan penunjang pertanian akan segera dipenuhi agar aktivitas produksi dapat kembali berjalan.

“Kita akan segera carikan solusi. Apa yang bisa cepat dieksekusi, akan langsung kita lakukan agar petani bisa kembali menanam hingga panen,” tegasnya.

Meski diakui belum sebanding dengan total kerugian yang dialami, bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban petani dan menjaga ketahanan pangan keluarga di tengah kondisi sulit. (Rob/Pii)