tutup
AdvertorialKukar

Pemkab Kukar Dorong Gerakan Daur Ulang sebagai Bagian dari Arah Pembangunan Kukar Idaman Terbaik

28
×

Pemkab Kukar Dorong Gerakan Daur Ulang sebagai Bagian dari Arah Pembangunan Kukar Idaman Terbaik

Sebarkan artikel ini
Sekda Kukar, Sunggono saat sambutan pada kegiatan Launching Gerakan Penggiat Daur Ulang Sampah, di Taman Tanjong, Tenggarong, pada Minggu (30/11/2025). (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola persampahan melalui dukungan penuh pada Launching Gerakan Penggiat Daur Ulang Sampah yang digelar di Taman Tanjong, Tenggarong, pada Minggu (30/11/2025).

Gerakan ini dianggap sejalan dengan visi besar Kukar Idaman Terbaik yang menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan bahwa persoalan sampah telah menjadi isu lintas wilayah dan memerlukan intervensi kebijakan pemerintah yang dibarengi partisipasi masyarakat.

“Masalah terkait sampah merupakan masalah sosial dan sekaligus masalah lingkungan yang harus kita hadapi pada hampir semua wilayah. Baik pada tingkat RT, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten,” ujar Sunggono.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Kukar tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, melainkan juga berupaya memperkuat gerakan masyarakat yang mendukung arah pembangunan daerah.

Menurutnya, gerakan daur ulang yang diprakarsai Henny Amineoddin dan EO Sinar Intan selaras dengan upaya pemerintah membangun sistem persampahan yang terintegrasi.

“Dalam penanganan masalah sampah, harus ada kerja sama dari semua pihak, termasuk membangun kesadaran mulai dari tingkat rumah tangga sampai institusi. Kunci utamanya adalah pendekatan 3R: reduce, reuse, dan recycle,” jelasnya.

Sunggono menyebut bahwa pemerintah daerah terus mengembangkan fasilitas pendukung seperti enam Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS-3R) di berbagai kawasan. Penguatan sistem ini dirancang agar pengelolaan sampah komunal menjadi lebih efektif dan tidak menambah beban TPA Bekotok yang kini dalam kondisi overload.

Jika TPS-3R dan bank sampah digerakkan dengan optimal, katanya, maka pengurangan volume sampah dapat dilakukan secara signifikan. Pemerintah daerah pun memberi perhatian khusus pada peran bank sampah sebagai instrumen edukasi dan pemberdayaan ekonomi.

“Kunci bank sampah adalah membangun kesadaran kolektif untuk memilah sampah. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sedangkan sampah kering nonorganik bisa ditabung dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Sunggono.

Selain menyiapkan infrastruktur, Pemkab Kukar juga mendorong perangkat daerah menyediakan ruang promosi untuk kelompok penggiat daur ulang sebagai bagian dari strategi pemberdayaan yang terarah.

“Kami mengharapkan agar perangkat daerah menyiapkan outlet atau etalase untuk memamerkan dan menjual hasil karya kelompok penggiat ini, sehingga dapat menambah pendapatan mereka,” katanya.

Sunggono menambahkan bahwa pemerintah terus memperkuat peran masyarakat melalui program berbasis wilayah seperti RT-Ku Terbaik, yang tahun 2026 akan ditingkatkan menjadi Rp150 juta per RT. Ia berharap dukungan terhadap gerakan daur ulang dapat terintegrasi dengan program tersebut agar semakin berdampak.

“Semoga gerakan ini membangun kesadaran dan kepedulian dalam pengelolaan sampah. Semoga apa yang kita kerjakan menjadi nilai ibadah dan membawa manfaat bagi kemajuan daerah melalui Kukar Idaman Terbaik,” tutupnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah, gerakan daur ulang ini diharapkan menjadi bagian dari strategi besar Kukar dalam mewujudkan pembangunan yang bersih, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat. Pemerintah tidak hanya hadir sebagai fasilitator, tetapi sebagai pengarah utama agar gerakan lingkungan bergerak sejalan dengan kebijakan daerah. (Adv/Rob/Bey)