Timeskaltim.com, Kutim – Upaya pemerataan pendidikan di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur.
Anggota Komisi D DPRD Kutai Timur, Agusriansyah Ridwan, menegaskan pentingnya identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di daerah-daerah tersebut.
“Saya melihat dinas pendidikan terus melakukan mobilisasi di daerah 3T termasuk di Kecamatan Mangunsari, Sandaran, dan Karangan untuk mengidentifikasi database kebutuhan sarana prasarana yang harus dipush untuk dibangun,” ujar Agusriansyah.
Ia menjelaskan bahwa langkah ini penting untuk memastikan bahwa data yang ada sudah lengkap dan akurat sebelum diajukan untuk penganggaran. Menurutnya, hasil identifikasi tahun lalu sudah menunjukkan kemajuan signifikan.
“Alhamdulillah, tahun kemarin begitu banyak ruang belajar, UKS, lab, dan fasilitas lainnya yang terus berproses,” tambahnya.
Agusriansyah juga mengapresiasi usaha Disdikbud yang sudah mulai mendorong agar data kebutuhan tidak hanya dikumpulkan saat pengajuan, tetapi sudah tersedia dalam database yang lengkap dan terintegrasi.
Agusriansyah menekankan bahwa pemerataan pendidikan di wilayah 3T sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan bahwa semua anak di Kutai Timur mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Databasenya harus lengkap. Ada yang dioper ke Dana Alokasi Khusus (DAK), ada yang dibangun dalam bentuk bengkel, dan sebagainya,” jelasnya.
Ia juga menyatakan bahwa DPRD akan terus mendorong dan memberikan tekanan kepada dinas terkait agar program pemerataan pendidikan ini berjalan sesuai rencana.
“Kita sudah push dinas terkait agar datanya tidak diambil pada saat mau diajukan, tapi memang databasenya sudah ada dan lengkap,” tegasnya.
Keberhasilan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah 3T. Agusriansyah berharap bahwa langkah-langkah ini dapat terus ditingkatkan dan diperluas agar pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Kutai Timur dapat tercapai.
“Makanya sekarang ini Alhamdulillah kita sudah push juga dinas terkait agar supaya datanya tidak diambil pada saat mau diajukan, tapi memang databasenya sudah ada dan itu sudah lengkap,” tutup Agusriansyah.
Dengan adanya data yang lengkap dan terintegrasi, diharapkan proses pembangunan sarana dan prasarana pendidikan dapat lebih efisien dan tepat sasaran.
Melalui upaya ini, diharapkan bahwa kualitas pendidikan di wilayah 3T Kutai Timur akan semakin baik, memberikan kesempatan yang lebih merata bagi anak-anak di daerah tersebut untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. (SH/ADV)












