Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Pembangunan Jembatan Telen Baru Digenjot Awal 2024, Anggaran 2023 Bakal Silpa?

818
×

Pembangunan Jembatan Telen Baru Digenjot Awal 2024, Anggaran 2023 Bakal Silpa?

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur, Jimmi.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur, Jimmi.

Timeskaltim.com, Kutim – Pembangunan Jembatan Telen yang dinanti-nanti masyarakat akhirnya akan dimulai awal tahun 2024. Namun, penganggaran proyek ini sudah dilakukan sejak tahun 2023, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) dari anggaran tahun lalu.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur, Jimmi, menyampaikan bahwa realisasi pembangunan jembatan ini baru memasuki tahap pengadaan pada tahun 2023. Untuk itu, progres Jembatan Telen baru berjalan di awal 2024.

“Realisasi Jembatan Telen pembangunannya baru dimulai di awal tahun 2024 sementara penganggaran konstruksi jembatannya sudah dari tahun lalu alias tahun 2023. Artinya di tahun kemarin alias 2023 ini akan ada silpa sehingga terjadi penumpukan di anggaran perubahan,” ungkapnya.

Jimmi menjelaskan bahwa pengadaan perangkat jembatan menjadi fokus utama pada tahun 2023. “Jembatan kan baru pengadaannya, jadi yang berjalan dari pembangunan Jembatan Telen ini kan baru pengadaannya, belum pembangunan konstruksi jembatannya,” kata Jimmi. Hal ini menyebabkan adanya sisa anggaran yang tidak terpakai pada tahun tersebut, yang kemudian menjadi Silpa.

Mengenai pengelolaan Silpa, Jimmi menegaskan bahwa hal ini merupakan tanggung jawab pemerintah. Pihaknya hanya akan mengawasi sebagaimana anggaran tersebut benar tidaknya diperuntukkan dalam pembangunan jembatan Telen.

“Untuk urusan silpa itu adalah urusan pemerintah dan terhadap progres benar atau tidaknya itu juga salah satunya adalah urusannya pemerintah, kewenangannya pemerintah,” jelasnya.

Silpa terjadi karena waktu yang tersedia pada tahun 2023 tidak cukup untuk menyelesaikan seluruh proses pembangunan jembatan. Pemerintah daerah, menurut Jimmi, telah mempersiapkan pengadaan perangkat jembatan selama tahun 2023, namun belum memulai konstruksi fisiknya.

Dengan persiapan yang sudah dilakukan, diharapkan pembangunan Jembatan Telen dapat berjalan lancar dan sesuai rencana pada tahun 2024. “Kalau dilihat dari hal ini berarti ada silpa-nya karena waktunya memang tidak cukup untuk mengerjakan itu. Mereka dari awal menyiapkan untuk pengadaan perangkat jembatannya saja,” tambah Jimmi.

Ke depan, DPRD akan terus memantau perkembangan proyek ini untuk memastikan bahwa penggunaan anggaran dan progres pembangunan sesuai dengan yang diharapkan. “Kami akan terus mengawasi dan memastikan bahwa pembangunan Jembatan Telen dapat selesai tepat waktu dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” tegas Jimmi.

Pembangunan Jembatan Telen diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kutai Timur, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas di daerah tersebut. Dengan pengawasan yang ketat dan kerjasama antara pemerintah dan DPRD, proyek ini diharapkan dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.(SH/ADV)