Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialNewsSamarinda

Partai Gelora Indonesia Berinovasi Luncurkan Festival Literasi

317
×

Partai Gelora Indonesia Berinovasi Luncurkan Festival Literasi

Sebarkan artikel ini

Festival Literasi Akademik Manusia Indonesia resmi diluncurkan perdana di Balroom Hotel Harris Samarinda, Minggu (5/12/2021) pukul 10.00 Wita.(ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Provinsi Kaltim sukses menggelar Festival Literasi Akademi Manusia Indonesia (AMI), di Ballroom Hotel Haris Samarinda lantai 5, Minggu (5/11/2021) pukul 08.00 Wita.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPW Partai Gelora Kaltim Hadi Mulyadi, Ketua Bangter 4 Rofi Munawar, Direktur AMI DPN Gunawan, Sekretaris DPW Partai Gelora Kaltim Sarwono, Kabid Kerjasama Lembaga Ratu Ratna Damayanti, Kabid Perempuan Ratih Sanggarwaty, Kabid Kaderisasi

KH Musyafa Ahmad Rahim, Sekbid Sospol Hissan Matta, Kabid Gelora Muda Hudzaifah Muhibullah dan kader Partai Gelora se-kabupaten/kota Kaltim.

Dalam konferensi persnya, Ketua DPW Partai Gelora Kaltim Hadi Mulyadi yang didampingi Direktur AMI DPN Gunawan dan Kabid Kerjasama Lembaga Ratu Ratna Damayanti mengatakan, pengukuhan DPD dan DPC Partai Gelora se-Kaltim ini dilakukan secara serentak.

“Alhamdulillah ada 103 DPC tingkat kecamatan se-Kaltim dikukuhkan bersama dengan DPD. Kita bertekad memenuhi struktur DPD dan DPC sejak setahun lalu. Dan se-Indonesia, kita telah memenuhi 85 persen DPC se-Indonesia,” sebutnya kepada awak media.

Baca Juga: Resmi Dimulai, Kaltim Targetkan 6 Medali Emas Dari Cabor Layar

Ia menambahkan, Festival Literasi digelar sebagai terobosan partai Gelora menunjukan eksitensinya di depan rakyat Indonesia.

 “Dua hal yang selalu menjadi ungkapan penting dalam kehidupan dalam peradaban. Artinya, kita yang ingin maju, harus memiliki narasi yang baik dalam hal membangun bangsa,” ucapnya.

Dikatakan, ada persoalan besar yang harusnya menjadi momentum bagi Indonesia, khususnya Kaltim untuk dapat lebih maju, keluar dari krisis yang berkepanjangan. Hadi Mulyadi menyebut, salah satunya dengan memiliki cita-cita, narasi yang kuat untuk memastikan negara dapat lebih besar dengan 5 kekuatan besar.

“Menurut pengamatan kami, saat ini telah meredup. Itu yang membuat kita hidup dalam paradoks, negara kita kaya tapi kita miskin. Kebangkitan itulah yang direncanakan partai Gelora,” ucap orang nomor dua di Kaltim ini.

Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Kaltim mengukuhkan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kabupaten dan Kota.(Ist)

Hadi Mulyadi menyakini, DPW Partai Gelora Kaltim adalah yang paling siap dalam hal struktur kaderisasi dan struktur DPD dan DPC se-Indonesia.

“Kami potensi yang paling siap, karena kita lengkap dari struktur DPC, DPD. Urutan kita kedua setelah DKI 100 persen. Sekarang sudah separuh lebih provinsi yang melengkapi,” tutur mantan Legislator Senayan itu.

Dilanjutkan Hadi Mulyadi, struktur Partai Gelora telah ada di 34 provinsi, 514 di kabupaten/kota dan 85 DPD. Dengan total 6 ribu kader partai. Pembentukannya dilakukan hingga level Kelurahan hanya dalam kurun waktu 2 tahun.

“Target kita 10 juta KTA se-Indonesia. Artinya kita ingin adanya 10 juta masyarakat Indonesia yang terberdayakan dengan memiliki optimisme. Tapi kalau di Kaltim sendiri, kita target 10 persen dari nasional. Atau 1 juta kader hingga 2024. Tapi kalau sampai akhir tahun 2022 nanti, kita target bertambah 200 ribu. Kami optimis, karena melihat antusiasme masyarakat,” terangnya.

Berhasil Raih 38 Ribu KTA

Sementara itu, Direktur AMI DPN Gunawan menyebut, Festival Literasi merupakan bagian dari kekuatan Partai Gelora untuk membangun Indonesia.

“Kami yakin dan optimis, dengan kerja keras, optimistis dan kebangkitan pemikiran maka kita bisa kembali membangun Indonesia, sebagainya upaya pejuang kita dulu untuk membangun Indonesia,” jelasnya.

Lanjut dia, saat ini di Kaltim tercatat sebanyak 35 ribu kader yang telah mendaftar ke Partai Gelora Kaltim.

“Se-Indonesia dalam waktu 2 tahun telah mengumpulkan 500 ribu KTA. Jadi kader yang terkumpul di Partai Gelora nanti akan menerima sistem pengkaderan yang namanya Akademi Pemimpin Indonesia dan Akademi Manusia Indonesia. Ini bersifat terbuka, inovatif sehingga hari ini kita melaksanakan Festival Literasi,” beber pria yang akrab disapa Gungun itu.

Kita ingin merubah hubungan partai politik dengan potter. Jadi, 35 ribu KTA di Kaltim ini akan kita berdayakan, untuk menambah wawasan mereka, menambah kemampuan untuk tetap bisa eksis saat krisis. Bahkan bisa memberdayakan orang-orang di masa ini,” tambahnya.

Ia mengakui, jumlah keseluruhan partai Gelora adalah 35 ribu orang. Kemudian, rata jenjang pendidikannya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) Ke bawah. Sehingga, partai biru langit itu harus gencar untuk memberikan edukasi terhadap kader-kadernya.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan, Pemprov Gelar Rakorda Evaluasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

“PR kami sekarang, 35 ribu orang ini mau dikemanakan? 60 persen orang yang masuk ke Gelora ini ternyata pendidikannya SMA ke bawah. Artinya, keinginan berubah sangat besar. Jadi sah bahwa partai ini adalah keinginan rakyat. Ini yang penting,” tuturnya.

Partai Gelora Indonesia, lanjut Gunawan, mendukung pemerintah dalam hal meningkatkan kualitas pendidikan. Namun di sisi lain, masih banyak masyarakat yang masih memiliki pendidikan hanya sampai jenjang SLTA saja. Sehingga Partai Gelora Indonesia mendorong pemerintah agar memberlakukan wajib belajar sampai perguruan tinggi.

“Insyaallah kita mampu. Kita apresiasi program Presiden yang melakukan pelatihan dan sebagainya. Kita juga mem-push mereka untuk melakukan manuver dan terobosan penting. 1,5 juta jiwa akan terserap di Kaltim ketika IKN. Makanya, hari ini kita mendesak dan mendukung pemerintah untuk memberlakukan pendidikan hingga perguruan tinggi. Sarjana adalah hak bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kabid Kerjasama Lembaga Ratu Ratna Damayanti mengatakan, adanya Festival Literasi ini adalah menjadi yang spesial bagi Partai Gelora, dan ini sebagai pembeda dari partai politik lainnya.

“Ini yang membedakan Gelora dengan partai lain. Di Gelora ada gerakan literasi. Tujuannya mengubah hubungan partai politik menjadi sebuah pemahaman bersama. Jadi, Gelora ini siap membersamai orang-orang yang tidak berdaya menjadi orang yang berdaya dengan strategi yang kita gunakan, baik secara online maupun offline,” tutupnya.(Wan)